Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PDRB NTB Meningkat Menjadi Rp157 Triliun, Sektor Pertanian Mendominasi

Lapangan usaha non tambang harus terus ditingkatkan melalui hilirisasi produk pertanian, perikanan.
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat.
Objek wisata alam di Nusa Tenggara Barat.

Bisnis.com, NEGARA – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB saat ini tercatat Rp157 triliun atau meningkat Rp24,5 triliun jika dibandingkan pada 2019 atau sebelum pandemik Covid-19.

Bank Indonesia mencatat peningkatan PDRB disumbangkan oleh lapangan usaha non tambang seperti pertanian, dan pendukung pariwisata seperti lapangan usaha transportasi dan akomodasi. Sumbangan dari lapangan usaha non tambang ini mencapai Rp125 triliun, nilai ini meningkat Rp10 triliun jika dibandingkan PDRB non tambang pada 2019 yang nilainya Rp115 triliun.

Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji menjelaskan pertumbuhan agresif lapangan usaha tersebut turut mendorong ekonomi NTB tumbuh positif sepanjang 2022 dan berhasil mengendalikan inflasi di angka 5,81 persen. Menurut Heru lapangan usaha non tambang harus terus ditingkatkan melalui hilirisasi produk pertanian, perikanan.

NTB tidak boleh hanya fokus mengirim produk mentah ke luar daerah dan kembali menjadi produk jadi di ke NTB, hilirisasi produk seperti pengolahan jagung, beras, bawang, harus dimulai secara massif sehingga diversifikasi ekonomi bisa terjadi dan berdampak terhadap peningkatan PDRB. Tiga komoditas tersebut merupakan andalan NTB dengan tingkat produksi yang tinggi, tetapi NTB masih mengirim beras, jagung, dan bawang mentah ke luar daerah.

“Diversifikasi produk turunan merupakan salah satu cara untuk menjaga kestabilan harga komoditas pasca panen dikarenakan dengan dilakukannya proses pengolahan lebih lanjut maka dapat menjadikan komoditas memiliki daya tahan yang lebih lama dan nilai jual yang lebih bersaing,” jelas Heru dikutip dari siaran pers, Selasa (21/2/2023).

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjelaskan pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) di lapangan usaha pertanian dan sektor lainnya harus terus ditingkatkan, karena komunitas IKM dinilai bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi NTB secara berkualitas.

Menurut Zul, untuk membawa Provinsi NTB terus maju, peningkatan dari sisi ekspor perlu dilakukan. Seperti halnya membina komunitas industri kecil agar mampu memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Dengan begitu, jumlah tenaga kerja di NTB akan meningkat.

“Jadi, jangan sampai kita mengirim atau menjual bahan mentah kemudian membeli bahan mentah yang telah diolah pihak lain dengan harga yang lebih mahal,” ujar Zul. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper