Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTB Bangun Industrialisasi Garam di Bima

Industrialisasi garam di Bima dilakukan untuk meningkatkan kualitas garam NTB sehingga layak bersaing di pasar nasional.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 15 November 2021  |  14:41 WIB
NTB Bangun Industrialisasi Garam di Bima
Garam. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mulai membangun industrialisasi garam di Bima pada 2022.

Realisasi fisik industrialisasi pada 2022 yakni dengan pembangunan pabrik garam, setelah itu proses produksi garam industri akan dimulai. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim menjelaskan industrialisasi garam di NTB juga melibatkan Kementerian KKP.

"Tahun 2020 pembangunan bisa dimulai, Kementerian KKP memfasilitasi mesin produksi. Kami juga bekerjasama dengan salah satu universitas di Madura yang direkomendasikan oleh kementerian untuk peningkatan kualitas garam industri," jelas Muslim kepada media, Senin (15/11/2021).

Industrialisasi garam di Bima dilakukan untuk meningkatkan kualitas garam NTB sehingga layak bersaing di pasar nasional. "Selama ini kualitas garam NTB K2 dan K3, dengan adanya industri garam kita harapkan bisa bersaing. Setelah kami lakukan intervensi, kualitas garam dari K2 atay K3 bisa menjadi K1," ujar Muslim.

Dengan adanya industrialisasi, garam NTB diharapkan bisa diserap sebagai bahan baku oleh kebutuhan industri lainnya seperti farmasi, kosmetik, tekstil. Karena syarat untuk diserap oleh pasar industri kandungan Nacl garam minimal 97 persen.

Produksi garam NTB saat ini sejumlah 170.000 ton per tahun, jumlah tersebut diharapkan meningkat setelah adanya industri garam. Potensi lahan tambak garam di NTB sejumlah 9.785 hektar, tetapi baru 2.348 hektar atau 24 persen yang dioptimalkan sebagai lahan produksi. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam ntb bima
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top