Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengenal Kain Tenun Sundawa, Motif Asli Tenun Pringgasela

Kain tenun Sundawa memiliki motif khas di garis-garis tengah, dan asal usul nama Sundawa ini berasal dari nama kali di Pringgasela.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  08:32 WIB
Mengenal Kain Tenun Sundawa, Motif Asli Tenun Pringgasela
Motif Kain Tenun Sundawa yang Dikenal Sebagai Motif Asli Pringgasela. - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Pringgasela memiliki satu motif kain tenun khas asli warisan turun temurun bernama kain tenun Sundawa yang banyak diminati pembeli.

Kain tenun motif Sundawa menonjol pada motif garis tengah yang tidak dimiliki oleh kain tenun daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengerajin dan juga owner Sentosa Sasak Tenun M.Maliki menjelaskan kain tenun Sundawa salah satu kain banyak diminati oleh pembeli.

"Kain tenun Sundawa memiliki motif khas di garis-garis tengah, dan asal usul nama Sundawa ini berasal dari nama kali di Pringgasela. Motifnya kemudian diwariskan secara turun temurun secara tradisional," jelas Maliki kepada Bisnis, Selasa (25/5/2021).

Maliki menjelaskan jika kain tenun motif Sundawa banyak diminati oleh pasar domestik maupun luar negeri dan paling banyak digunakan untuk fashion. "Banyak yang membeli, kain tenun Sundawa banyak salah satu kain yang banyak dipilih, termasuk oleh pembeli dari luar negeri Amerika dan Jepang," ujar Maliki.

Harga kain tenun Sundawa Pringgasela dibanderol dengan harga Rp800.000, lebih mahal dibandingkan kain tenun motif seperti motif sari menanti seharga Rp500.000. Kain tenun Pringgasela telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai warisan budaya tak benda pada 2018.

Kain tenun Pringgasela telah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat Pringgasela. Tidak kurang seribu warga Pringgasela sebagai penenun dengan alat tenun tradisional yang disebut gedogan. Galeri Sentosa Sasak Tenun misalnya mewadahi 105 orang penenun yang tergabung dalam lima kelompok. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lombok ntb tenun
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top