Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Toko Seni Desa Wisata Loyok Andalkan Pasar Domestik

Desa Wisata Loyok dikenal sebagai pusat produk anyaman bambu di Lombok Timur yang sudah dikenal oleh wisatawan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  16:56 WIB
Zabda Art Shop di Desa Loyok, Lombok Timur. - Bisnis/Noris S.
Zabda Art Shop di Desa Loyok, Lombok Timur. - Bisnis/Noris S.

Bisnis.com, MATARAM - Art shop di desa wisata Loyok, Kecamaran Sikur, Lombok Timur mengandalkan pasar lokal untuk bertahan selama pandemi Covid-19.

Toko art shop di desa wisata Loyok tetap buka seperti biasa walaupun pengunjung wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara sedang sepi. Seperti toko Zabda art shop yang sudah berusia 50 tahun lebih ini tetap berusaha eksis dengan mengandalkan pesanan lokal.

Pemilik dari Zabda Art Shop Zaenah menjelaskan usaha yang dia warisi dari orang tuanya tetap buka dengan lebih banyak menerima pembeli atau pesanan dari pasar lokal. "Dulu kami biasa mengirim pesanan ekspor melalui rekanan kamindi Ampenan, sejak pandemi ini kami mengandalkan pasar lokal untuk bertahan. Kami dulu biasa suplai ekapor ke Amerika, Spanyol. Yang banyak diminati tas, ketak," jelas Zaenah kepada Bisnis, Senin (24/5/2021).

Saat Ramadan lalu, Zaenah mengaku banyak menerima pesanan yang berkaitan dengan keperluan selama bulan puasa seperti besek dari anyaman bambu yang biasa digunakan wadah hadiah atau oleh-oleh, bakul nasi dari anyaman bambu, tembolak atau tutup makanan tradisional. "Menjelang lebaran kami juga banyak mencari tas," ujar Zaenah.

Toko art shop milik Zaenah biasa menerima berbagai pesanan kerajinan tangan seperti ketak, tas anyaman bambu, pot, hiasan lampu anyama bambu, hingga keperluan rumah tangga anyaman. Walaupun omzetnya menurun, dalam satu bulan Zaenah mengaku pendapatannya masih diangka Rp4 juta per bulan dan paling rendah Rp1 juta.

Art Shop milik Zaenah menaungi sekitar 300 orang perajin di Desa Loyok yang dia bina untuk memenuhi pesanan berbagai produk anyaman bambu. "Saya biasanya membuatkan contoh saja atau gambar jika ada pesanan, selebihnya mereka yang mengerjakan. Ada 300 orang pengerajin bersama kami," jelasnya.

Desa Wisata Loyok dikenal sebagai pusat produk anyaman bambu di Lombok Timur yang sudah dikenal oleh wisatawan. Ketika kondisi normal, banyak wisatawan berburu oleh-oleh ke art shop Desa Loyok. Harga di art shop desa Loyok bervariasi dan relatif terjangkau, misalnya tas anyaman bambu dijual mulai Rp60.000, ketak Rp130.000, pot besar Rp100.000. (K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lombok ntb kerajinan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top