Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Baru Terima 19 Persen Dosis Vaksin Covid-19

Tingkat kematian di Bali justru lebih tinggi dari nasional yang mencapai 1.301 orang atau sebanyak 2,96 persen dari kasus positif.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 April 2021  |  12:58 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada lansia saat vaksinasi massal dengan sistem jemput bola berbasis Banjar di Denpasar, Bali, Senin (5/4/2021). Vaksinasi Covid-19 yang digelar di tiga desa di Denpasar yakni Desa Panjer, Desa Sesetan dan Desa Sidakarya tersebut menyasar lansia, guru, pedagang dan perangkat desa dengan menargetkan 2.500 orang per hari yang berlangsung hingga bulan Mei 2021 untuk dosis pertama. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada lansia saat vaksinasi massal dengan sistem jemput bola berbasis Banjar di Denpasar, Bali, Senin (5/4/2021). Vaksinasi Covid-19 yang digelar di tiga desa di Denpasar yakni Desa Panjer, Desa Sesetan dan Desa Sidakarya tersebut menyasar lansia, guru, pedagang dan perangkat desa dengan menargetkan 2.500 orang per hari yang berlangsung hingga bulan Mei 2021 untuk dosis pertama. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR — Bali telah menerima 1.141.110 dosis vaksin Covid-19 per 22 April 2021 atau sekitar 19 persen dari target yang dibutuhkan sebanyak 6 juta dosis.

Adapun Bali saat ini sedang berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan mendorong vaksinasi. Target jumlah penduduk Bali yang akan divaksin sekitar 3 juta orang, atau sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Bali sekitar 4,3 juta orang. Kebutuhan vaksin yang sebanyak 6 juta dosis diperlukan untuk memenuhi 2 kali suntikan.

Jumlah penduduk yang sudah divaksin Tahap I sebanyak 696.356 orang atau 23,2 persen dari target dan vaksin Tahap II sebanyak 216.429 orang atau 7,2 persen dari target.

Sementara itu, jumlah kasus total sejak Covid-19 muncul pada Maret 2020 telah mencapai 43.981 orang, dengan rata kasus per hari sebanyak 159 orang. Tingkat kesembuhan Covid-19 mencapai 41.306 orang atau 93,92% dari kasus positif. Jumlah ini berada di atas rata-rata nasional yang memiliki tingkat kesembuhan sebesar 91,16 persen.

Meskipun demikian, tingkat kematian di Bali justru lebih tinggi dari nasional yang mencapai 1.301 orang atau sebanyak 2,96 persen dari kasus positif. Tingkat kematian nasional berada di level 2,72 persen. Jumlah kasus aktif yang dirawat di Rumah Sakit dan tempat karantina mencapai 1.374 orang atau 3,12 persen, di atas rata-rata nasional (6,12 persen).

Daerah dengan kasus tertinggi secara berturut-turut diduduki Denpasar 13.924 orang, Badung 8.330 orang, Gianyar 4.996 orang, dan Tabanan 4.478 orang.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan apabila penanganan Covid-19 dapat ditangani semakin baik, maka Bali akan lebih cepat dalam melakukan pemulihan pariwisata dan ekonomi. Pemerintah Provinsi Bali bersama Menteri Kesehatan juga telah membentuk 3 kawasan sebagai zona hijau yaitu Kecamatan Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Nusa Dua dan sekitarnya Kabupaten Badung, dan Kawasan Sanur di Kota Denpasar.

Saat ini kelompok masyarakat yang sudah divaksin yaitu tenaga kerja kesehatan, pegawai pemerintah, TNI, POLRI, kelompok lansia, pekerja pariwisata, tenaga pendidik, pedagang pasar, wartawan, atlet, tokoh agama, tokoh adat, seniman, pegawai Bank, pegawai pasar swalayan, dan kelompok masyarakat lain.

"Pemerintah Provinsi Bali bersama Kabupaten/Kota se-Bali terus berupaya meningkatkan kualitas penanganan Covid-19, melalui pencegahan dengan terus menerapkan Protokol Kesehatan, melakukan 3T (tracing, testing, dan treatment), operasi yustisi, pelayanan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, dan karantina bagi orang terkena Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (27/4/2021).

Koster menegaskan bahwa tingkat efektivitas vaksinasi sebesar 65 persen dalam pembentukan antibodi bagi masyarakat yang sudah divaksin. Artinya, walaupun sudah divaksin tidak sepenuhnya dapat menjamin seseorang bebas dari penularan Covid-19. Namun berdasarkan pengalaman bagi masyarakat yang sudah divaksin dua kali, risikonya akan lebih kecil dan lebih cepat sembuh bila terkena Covid-19.

"Sampai saat ini, pelaksanaan vaksinasi di Bali berjalan dengan sangat lancar, ditandai dengan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti vaksin, adanya gotong-royong tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta, Perguruan Tinggi Bidang Kesehatan, TNI dan POLRI, organisasi profesi, manajemen hotel, manajemen pasar swalayan, Kepala Desa, Bandesa Adat, dan kelompok masyarakat lainnya," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar Vaksin Covid-19
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top