Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perdagangan NTB Surplus US$111,3 Juta

Neraca perdagangan NTB tercatat surplus US$111,3 juta sepanjang Maret 2024 karena didorong oleh kinerja ekspor tambang dan menurunnya impor.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, DENPASAR — Neraca perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat surplus US$111,3 juta sepanjang Maret 2024 karena didorong oleh kinerja ekspor tambang dan menurunnya impor. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin menjelaskan kinerja ekspor NTB pada Maret 2024 mencapai US$157,89 juta atau naik 5,66% jika dibandingkan dengan kinerja ekspor Maret 2022 (YoY) yang nilainya US$149,43 juta. Jika dibandingkan dengan Februari 2024 (mtm), ekspor NTB mengalami penurunan sebesar 31,56%.

Komoditas tambang yang diproduksi emiten AMNT Mineral (Amman) masih menjadi ekspor andalan NTB, sepanjang Maret nilai ekspor komoditas tambang US$ 155.6 juta. "Negara tujuan ekspor kelompok komoditas barang galian tambang adalah Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Jepang menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar yaitu US$78.11 juta atau sekitar 49,48%," jelas Wahyudin dari siaran pers, Senin (22/4/2024). 

Negara kedua dengan nilai ekspor Provinsi NTB pada Maret 2024 tertinggi adalah Korea Selatan dengan nilai US$39.355.233 atau sekitar 24,93% kemudian disusul Cina yaitu sebesar US$38.727.574 atau sekitar 24,53%. Dua negara ini juga menjadi tujuan ekspor barang tambang NTB.

Nilai Ekspor tertinggi keempat ditujukan ke Amerika Serikat dengan nilai US$ 803.640 atau sekitar 0,51% dan kelima ditujukan ke Puerto Rico dengan nilai US$345.840 atau sekitar 0,22%. Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat ke negara lain hanya mencapai 0,34% dari total ekspor.

Wahyudin menjelaskan ke Amerika Serikat NTB banyak mengekspor komoditas ikan dan udang. Selain barang tambang, NTB juga mengekspor perhiasan ke Jepang kemudian kelompok komoditas Garam, Belerang, Kapur ditujukan ke Cina, Vietnam, Korea Selatan dan lainnya.

Sementara itu, nilai impor NTB pada Maret 2024 sebesar 46,56 juta atau turun 67,73% jika dibandingkan bulan Februari 2024 (mtm) yang nilai impornya mencapai 144,27 juta. Kelompok komoditas impor Provinsi NTB yang mengalami penurunan adalah mesin-mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, produk keramik, karet dan barang dari karet, plastik dan barang dari plastik serta komoditi lainnya.

"Penurunan nilai impor NTB merupakan harapan kita semua, sehingga produk-produk lokal pelaku UMKM dapat diserap dengan baik," ujar Wahyudin. 

Kelompok komoditas impor Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai terbesar pada Maret 2024 adalah mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$30 juta atau 64,45%. Karet dan barang dari karet sebesar US$12.42 juta atau 26,69% mesin/peralatan listrik sebesar US$ 2,79 juta atau 6,01%, kendaraan dan bagiannya sebesar US$565.204 atau 1,21%, benda-benda dari besi dan baja sebesar US$493.022 atau 1,06%.

Plastik dan barang dari plastik sebesar US$94.423 serta perangkat optik sebesar US$57.248. Impor kelompok komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik berasal dari Cina, Swedia, Australia dan lainnya. Sedangkan impor kelompok komoditas karet dan barang dari karet berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Australia dan lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper