Pertamina Lakukan Tambah Pasokan LPG dan BBM di NTB

Tambahan pasokan di antaranya dilakukan ke Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Bima.
Pekerja menyusun tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Senin (20/6/2022)./Bisnis-Fanny Kusumawardhani.
Pekerja menyusun tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Senin (20/6/2022)./Bisnis-Fanny Kusumawardhani.

Bisnis.com, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan LPG 3kg di tingkat agen dan pangkalan di sejumlah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat jelang Pemilu 14 Februari 2024.

Kabupaten/Kota yang mendapat tambahan pasokan di antaranya Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Bima. Semua Kabupaten/Kota tersebut mendapat tambahan pasokan sejumlah 220 metrik ton (MT) atau 54% dari konsumsi normal harian provinsi NTB sebesar 417 MT.

Area Manager Comm, Rel & CSR, Ahad Rahedi mengatakan menjelaskan penambahan pasokan pada kota/kabupaten tertentu di Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan proyeksi kenaikan konsumsi dan pemantauan konsumsi beberapa pekan terakhir.

“Kabupaten/Kota lainnya yang tidak ada penambahan stoknya dirasa cukup melihat tidak ada kenaikan konsumsi yang cukup berarti selama beberapa hari libur tanggal merah ini dan stok di agen dan pangkalan daerah tersebut dalam kondisi mampu memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan,” ujar Ahad

Ahad menyebut stok LPG di wilayah NTB dalam kondisi sangat aman. Jumlah di atas adalah extra dropping untuk agen / pangkalan. Sedangkan untuk NTB dinaungi oleh 3.000 (MT) Storage LPG Utama yakni Depot LPG Sekotong dan Depot LPG Bima, total stok dari seluruh storage mencapai 2.528 MT dengan konsumsi rata-rata harian sebesar 432,4 metrik ton / hari.

Untuk BBM, Jelang Pemilu ini tidak ada kenaikan konsumsi signifikan, namun demikian Pertamina tetap mempertebal stok untuk seluruh SPBU se-Jatimbalinus sebesar 2% untuk gasoline (bensin) dan 3% untuk Gasoil (diesel) karena berdasarkan proyeksi kenaikan konsumsi tidak terlalu signifikan yakni 0,9% untuk gasoline dan 1,3% untuk gasoil.

“Masyarakat kami imbau untuk membeli LPG 3kg di pangkalan resmi Pertamina menggunakan KTP mengikuti edaran pemerintah demi mensukseskan program subsidi tepat LPG 3kg. Agar kondisi penyebab kelangkaan bisa diminimalisir. Untuk BBM, kami imbau untuk transaksi cashless di SPBU agar mempercepat antrean dan guna menambah kenyamanan," ujar Ahad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper