NTB Akan Tiru Pengendalian Inflasi TPID Garut dan Tasikmalaya

Program tersebut diantaranya pengembangan terpadu agribisnis khususnya untuk komoditas padi organik telur ayam ras dan cabai melalui program mawa raharja
Rombongan dari Provinsi NTB ketika melihat pola pengendalian inflasi di Jawa Barat. bisnis/istimewa
Rombongan dari Provinsi NTB ketika melihat pola pengendalian inflasi di Jawa Barat. bisnis/istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan meniru pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat karena merupakan kabupaten terbaik pengendali inflasi secara nasional.

TPID Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah terbaik pengendali inflasi di kawasan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 2023 dan mendapat award dari Presiden Joko Widodo. Sejumlah program sukses dijalankan oleh Tasikmalaya dan Garut sehingga inflasi berhasil terkendali dengan baik, menurut Perwakilan TPID Tasikmalaya, Atep Dadi Sumardi menjelaskan bahwa terdapat beberapa program kerja unggulan yang dapat disesuaikan dengan provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Beberapa program tersebut diantaranya pengembangan terpadu agribisnis khususnya untuk komoditas padi organik telur ayam ras dan cabai melalui program mawa raharja yang mampu meningkatkan produktivitas komoditas tersebut. Selain itu, terdapat 7 faktor kunci keberhasilan dalam pengendalian inflasi yaitu pertama Strong Leadership/Komitmen Kepada Daerah, kemudian Optimalisasi fungsi koordinasi dan kolaborasi dengan konsep Pentahelix, melaksanakan kegiatan secara Masif dan mempunyai daya ungkit tinggi.

“Penting juga dilakukan konvergensi program kegiatan di setiap SKPD dalam Pengendalian Inflasi, inovasi kegiatan pengendalian inflasi, agribisnis, hilirisasi dan marketing, mencatat apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dicatat dan terakhir optimalisasi peranan BUMD dalam pengendalian inflasi daerah,” jelas Atep dari siaran pers, Kamis (25/1/2023).

Selanjutnya, Kegiatan studi tiru yang dilaksanakan di Klaster Champion Eptilu Kabupaten Garut, merupakan upaya peningkatan produktivitas pangan sektor pertanian di NTB. Diketahui bahwa Klaster Champion Eptilu merupakan binaan BI Jawa Barat yang berhasil mengembangkan bisnis model Hulu ke Hilir. Klaster Eptilu yang dimotori oleh Rizal yang berhasil menjadi percontohan success story Petani Milenial melalui dua strategi utama yaitu peningkatan ekonomi petani dan perbaikan agribisnis.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap menjelaskan studi tiru ini merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi daerah melalui pengembangan, pemahaman dan penyeragaman persepsi seluruh anggota TPID di Provinsi NTB.

“Sebagaimana kita ketahui, Tasikmalaya beberapa kali berhasil meraih penghargaan TPID berprestasi dari Presiden atas prestasinya menekan inflasi. Selain itu, Provinsi NTB dan Provinsi Jawa Barat memiliki karakteristik yang sama dari sektor pertanian, yakni sebagai  lumbung pangan untuk wilayah sekitarnya. Hal itu lah yang menjadi alasan utama capacity building tahun ini diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat” ujar Berry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper