Lombok Utara Jajaki Ekspor Kelapa dan Jambu Mete

Pasar ekspor mulai terbuka setelah menggandeng Bank Indonesia dalam pengembangan komoditas di Lombok Utara.
Petani vanili/Bisnis - Himawan L Nugraha
Petani vanili/Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, DENPASAR – Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menjajaki pasar potensial untuk ekspor komoditas unggulan yakni kelapa dan jambu mete yang memang banyak dihasilkan Kabupaten termuda di NTB tersebut.

Menurut data Pemprov NTB, luas area tanam pohon kelapa di Lombok Utara mencapai 10.060 hektare, terluas nomor dua setelah Kabupaten Lombok Barat. Dengan luas tanam tersebut, Lombok Utara bisa menghasilkan 12.343 ton kelapa. Sedangkan produksi jambu mete 765 ton dengan luas area tanam 5.669 hektar.  Besarnya produksi komoditas tersebut selama ini masih terkendala akses pasar sehingga nilai jual komoditas masih rendah dan belum memberi dampak ke kesejahteraan petani.

Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu menjelaskan pasar ekspor mulai terbuka setelah menggandeng Bank Indonesia dalam pengembangan komoditas. Bank Indonesia akan memfasilitasi buyer internasional yang siap membeli  jambu mete dan kelapa tersebut. Menurut Sjamsu saat ini petani akan didampingi oleh Pemkab dan Bank Indonesia dalam peningkatan produksi dan kualitas komoditas, sehingga memenuhi standar buyer.

“Sekarang bagaimana menggalakkan hal ini untuk dapat mencapai target atau tujuannya, kita akan programkan untuk peningkatan produksi komoditas jambu mete, coklat, vanili, dan kelapa. Semoga kedepannya dapat memenuhi kebutuhan pasar dan kami juga berharap tetap bisa ikut serta dalam pengendalian inflasi di NTB,” jelas Sjamsu, Senin (22/1/2023).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPwBI Prov. NTB), Berry Arifsyah Harahap menjelaskan Lombok Utara memiliki potensi komoditas pangan ekspor yang begitu besar. BI NTB berharap iklim di tahun 2024 lebih normal sehingga inflasi di tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, melalui ekspor komoditas pangan unggulan, provinsi NTB akan lebih terjaga dalam hal ketahanan ekonomi.

Kerja sama yang dilakukan dengan Pemda KLU kali adalah upaya untuk meningkatkan ekspor karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang baik bagi NTB.

“Kami melihat ada beberapa komoditas pertanian seperti kelapa dan jambu mete memiliki potensial buyer internasional yang kedepan akan dihubungkan kepada para petani di Lombok Utara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BI NTB berharap komoditas tersebut, khususnya kelapa dapat dikembangkan dan diekspor dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi,” jelas Berry.

Lebih lanjut, kerja sama BI NTB dan Pemda KLU juga meliputi ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas padi di KLU yang dapat mendukung pengendalian inflasi di tingkat nasional. BI NTB telah memberikan fasilitasi tidak hanya dari sisi produksi, tapi juga dari pendampingan kelembagaan, sehingga memperoleh nilai tambah dan memberikan harga yang terbaik untuk para petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper