Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penjualan TV Layar Lebar di Bali Meningkat 30 Persen

Televisi dengan layar lebar atau big inc banyak diburu oleh para fans sepak bola tidak lepas adanya tren nonton bareng atau nobar.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  12:57 WIB
Penjualan TV Layar Lebar di Bali Meningkat 30 Persen
Owner Dossindo, Tahir Matulatan (kiri) dan Koji Sekiguchi (kanan) menunjukkan televisi layar lebar atau big inc di Sony Center Denpasar, Kamis (1/12/2022). - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar berdampak terhadap meningkatnya penjualan televisi di Bali. Masyarakat atau konsumen banyak memburu televisi layar lebar dengan ukuran 85 inc.

Toko penjualan televisi di Denpasar mulai didatangi oleh konsumen jelang pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar. Dossindo, salah satu perusahaan yang banyak menjual televisi jenis terbaru merasakan kenaikan penjualan sejak pada November 2022.

Owner Dossindo, Tahir Matulatan, menjelaskan ada kenaikan penjualan hingga 30 persen saat Piala Dunia jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

“Memang kami merasakan kenaikan penjualan televisi sejak Piala Dunia 2022 ini digulirkan, rata-rata kenaikan penjualan 30 persen, termasuk di Bali. Konsumen yang datang paling banyak mencari televisi terbaru dengan layar lebar seperti ukuran 85 inc, ukuran ini sedang banyak dibeli saat ini,” jelas Tahir di Denpasar, Kamis (1/12/2022).

Televisi dengan layar lebar atau big inc banyak diburu oleh para fans sepak bola tidak lepas adanya tren nonton bareng atau nobar Piala Dunia di kafe yang ada di Bali, bahkan nonton bareng juga dilakukan di lingkungan perumahan. Televisi berlayar lebar dinilai memenuhi kebutuhan penonton yang berjumlah banyak.

Momentum Piala Dunia ini menjadi momentum peningkatan penjualan di Pulau Dewata karena ekonomi masyarakat Bali mulai membaik. Pada 2023 perusahaan menargetkan peningkatan penjualan dengan menawarkan berbagai televisi dengan teknologi terbaru.
Menurut Tahir pada 2023 Bali akan menjadi pasar yang menarik bagi penjualan televisi karena konsumennya tidak hanya pasar domestik tetapi juga para Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal atau berkunjung di Bali dalam waktu yang lama.

“Kami juga melirik konsumen dari wisatawan atau WNA yang ada di Bali, bagaimanapun Bali merupakan jendela Indonesia dan banyak dari mereka yang membutuhkan televisi yang standar untuk entertainment, sehingga kami optimistis penjualan akan semakin bagus pasca Piala Dunia atau pada 2023,” jelas Tahir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

televisi bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top