Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2.436 Ton Kedelai Subsidi Disalurkan ke NTB

Penyaluran kedelai subsidi dari pemerintah untuk membantu beban operasional produsen tahu dan tempe yang biasanya dijalankan oleh industri kecil.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  14:11 WIB
2.436 Ton Kedelai Subsidi Disalurkan ke NTB
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, DENPASAR – Perum Bulog Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menyalurkan 2.436 ton kedelai subsidi hingga Juli 2022 untuk membantu perajin tahu dan tempe di tengah naiknya harga kedelai.

Bulog NTB menjual kedelai subsidi dengan harga Rp11.000 per kg, jauh lebih rendah dari harga di pasar yang dijual dengan harga Rp20.000 per kg. selisih harga yang besar membuat produsen tahu dan tempe di NTB beralih ke kedelai Bulog.

Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Abdul Muis S Ali, menjelaskan Bulog menyalurkan kedelai subsidi dari pemerintah untuk membantu beban operasional produsen tahu dan tempe yang biasanya dijalankan oleh industri kecil.

“Penyaluran kedelai subsidi ini bagian dari upaya kami untuk mencegah kelangkaan kedelai di NTB, karena produsen tahu dan tempe sangat bergantung dengan ketersediaan bahan baku,” ujar Muis dari keterangan resminya, Rabu (20/7/2022).

Bulog akan menyalurkan kedelai subsidi hingga harga kedelai di pasaran dipastikan stabil. Sejak awal 2022, harga kedelai telah naik, khususnya kedelai impor yang masuk ke NTB. Muis menjelaskan jika pemerintah tidak melakukan intervensi harga melalui kedelai subsidi, akan berdampak terhadap harga tahu dan tempe di pasar.

Tahu dan Tempe merupakan salah satu makanan yang dikonsumsi paling tinggi di NTB, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata konsumsi tahu per kapita setiap minggu di NTB sejumlah 0,143 dan tempe 0,136. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top