Penerbangan dari Bandara Lombok ke Bima Tertunda Akibat Banjir Rob

Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam banjir rob atau air laut dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima NTB./Youtube
Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima NTB./Youtube

Bisnis.com, PRAYA - PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, penerbangan dari Bandara Lombok dengan tujuan Bima ditunda akibat dampak banjir rob yang terjadi di area Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Selasa (14/6/2022).

"Ada satu penerbangan yang ditunda untuk tujuan ke Bima dari Lombok hari ini," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Arif Haryanto di Praya.

Menurut Daily Flight Schedule tanggal 14 Juni 2022 ada dua penerbangan LOP-BMU, Wings Air IW1878 jadwal berangkat 10.25 Wita dan IW1864 jadwal berangkat 16.20 Wita. Sedangkan pesawat yang ditunda yakni Wings Air IW 1878 tujuan Bima dengan 72 penumpang.

"Ada dua penumpang refund, sedangkan 70 penumpang akan diberangkatkan besok 15 Juni 2022 pukul 07.00 Wita," katanya.

Sebelumnya, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam banjir rob atau air laut dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Video banjir rob di Bandara Bima itu viral setelah menyebar luas di Media Sosial Facebook.

"Air pasang sampai mengenangi Bandara Bima," tulis akun Sirnawa Ibrahim dalam statusnya

Informasi yang dihimpun, banjir rob tersebut merendam area terminal dan landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima sekitar pukul 11.00 Wita, Selasa tanggal 14 Juni. Banjir rob kali ini lebih tinggi dibanding Senin tanggal 13 Juli, sehingga jadwal penerbangan dengan rute dari dan ke Bima terpaksa ditunda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan M Salahuddin Bima mengimbau masyarakat potensi banjir pesisir (rob) diprediksi berlangsung dengan waktu yang berbeda di wilayah pesisir Bima dan Dompu pada periode 13 – 17 Juni 2022.

"Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir," kata Forecaster Onduty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan M Salahuddin Bima Jumratul Aida dalam keterangan tertulisnya di Bima, Selasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper