Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Kredit Lombok Timur Berkembang Capai 52,11 Miliar

Program Lombok Timur berkembang merupakan salah satu program yang didorong oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 25 Desember 2021  |  15:30 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, MATARAM - Kredit Lombok Timur terealisasi Rp52,11 miliar dengan jumlah debitur mencapai 3.474 orang hingga November 2021.

Kredit dengan subsidi bunga dari Pemda Lombok Timur ini berhasil menargetkan masyarakat khususnya peternak yang selama ini terjerat oleh rentenir yang meminjamkan dengan bunga yang sangat tinggi.

Kepala OJK NTB Rico Rinaldy menjelaskan realisasi program kredit Lombok Timur Berkembang tertinggi se NTB. "Program kredit ini berhasil menekan ketergantungan masyarakat dari rentenir. Kami terus mendorong agar ditingkatkan pada 2022," jelas Rico, Sabtu (25/12/2021).

Program Lombok Timur berkembang merupakan salah satu program yang didorong oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) yang dibentuk di setiap kabupaten atau kota.

"Saat ini di NTB ada empat TPKAD yang terbentuk, salah satunya di Lombok Timur. Kami dorong terus semua kabupaten ada TPKAD pada 2022, tahun depan juga kami akan membuat website TPKAD," ujar Rico.

Selain program Lombok Timur berkembang, pemda juga merealisasikan program kredit mawar emas yang berbasis masjid. Berbeda dengan program Lombok Timur berkembang, kredit mawar emas murni pinjaman tanpa bunga dan nilai pinjaman berkisar di angka Rp1 juta.

"Kalau program Lombok Timur berkembang masih ada unsur bisnis karena bunga pinjaman disubsidi oleh Pemda, sedangkan program mawar emas ini tidak ada bunga, dananya juga dialokasikan dari CSR bank atau BPR. Semangat keduanya sama untuk memberantas rentenir atau bank rontok di NTB," kata Rico.

Sementara itu, Pemda Sumbawa Barat mendorong terbentuknya koperasi syariah di setiap kecamatan sebagai solusi memberantas rentenir. Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifudin menjelaskan pada 2022 direncanakan setiap kecamatan di Sumbawa Barat terbentuk 1 koperasi syariah.

"Jika terbentuk, setiap koperasi akan kami support dana Rp100 juta untuk dikelola. Ini bagian solusi untuk menyetop masyarakat dari jeratan rentenir dan riba. Arahkan mereka untuk meminjam uang di Koperasi syariah yang sudah dibentuk," jelas Fud dikutip dari rilis. (K48)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan ntb lombok timur
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top