Pengolahan Sarang Burung Walet Serap Banyak Tenaga Kerja

Tenaga pembersih sarang burung walet dilengkapi dengan APD yang standar sehingga produksi benar-benar dilakukan steril.
Proses pembersihan sarang walet./Bisnis-Noris H.
Proses pembersihan sarang walet./Bisnis-Noris H.

Bisnis.com, MATARAM - Usaha sarang burung walet yang dikembangkan oleh PT. Ammar Sasambo ternyata berpotensi banyak menyerap tenaga kerja.

Tenaga kerja yang diserap mulai dari tenaga pembersih, transportasi hingga pengangkut sarang burung walet. Owner PT. Ammar Sasambo Lalu Ading Guntaran menjelaskan tenaga pembersih sebanyak 50 orang.

"50 orang tenaga kerja itu membersihkan 1 kwintal sarang burung walet setiap bulan, jika kita mampu mendapat bahan baku yang lebih, maka kebutuhan tenaga kerja pasti bertambah," jelas Ading, Sabtu (20/11/2021).

Ading ingin menambah tenaga kerja melalui pengembangan Koperasi PT.Sasambo dengan dukungan Kementerian Koperasi dan UMKM. Dengan bantuan permodalan, banyak peternak baru sarang burung walet yang akan tumbuh.

"Lahan di NTB masih luas, dengan dukungan Kementerian Koperasi tentu produksi lebih meningkat, kami bisa membangun tempat pencucian baru dan menambah tenaga pembersih lebih banyak," jelas Ading.

Dari pantauan di lapangan, tenaga pembersih sarang burung walet dilengkapi dengan APD yang standar sehingga produksi benar-benar dilakukan steril.

Potensi tenaga kerja di sarang burung walet juga diamini oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
"Serapan tenaga kerja di usaha sarang burung walet memang sangat bagus, jadi kedepan dengan pengembangan koperasi sarang burung walet menjadi lebih modern kami harapkan berdampak lebih bagus bagi tenaga kerja," jelas Teten.

Teten juga menekankan dengan adanya Koperasi PT. Ammar Sasambo, ekspor sarang burung walet bisa dari NTB bisa dilakukan satu pintu, sehingga ekspor bisa lebih optimal. "Jadi koperasi yang menyerap kemudian diolah di koperasi dan pembeli membeli dari koperasi. Tidak lagi pembeli membeli di peternak," kata Teten. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper