Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengolahan Sarang Burung Walet Serap Banyak Tenaga Kerja

Tenaga pembersih sarang burung walet dilengkapi dengan APD yang standar sehingga produksi benar-benar dilakukan steril.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 20 November 2021  |  15:46 WIB
Pengolahan Sarang Burung Walet Serap Banyak Tenaga Kerja
Proses pembersihan sarang walet. - Bisnis/Noris H.
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Usaha sarang burung walet yang dikembangkan oleh PT. Ammar Sasambo ternyata berpotensi banyak menyerap tenaga kerja.

Tenaga kerja yang diserap mulai dari tenaga pembersih, transportasi hingga pengangkut sarang burung walet. Owner PT. Ammar Sasambo Lalu Ading Guntaran menjelaskan tenaga pembersih sebanyak 50 orang.

"50 orang tenaga kerja itu membersihkan 1 kwintal sarang burung walet setiap bulan, jika kita mampu mendapat bahan baku yang lebih, maka kebutuhan tenaga kerja pasti bertambah," jelas Ading, Sabtu (20/11/2021).

Ading ingin menambah tenaga kerja melalui pengembangan Koperasi PT.Sasambo dengan dukungan Kementerian Koperasi dan UMKM. Dengan bantuan permodalan, banyak peternak baru sarang burung walet yang akan tumbuh.

"Lahan di NTB masih luas, dengan dukungan Kementerian Koperasi tentu produksi lebih meningkat, kami bisa membangun tempat pencucian baru dan menambah tenaga pembersih lebih banyak," jelas Ading.

Dari pantauan di lapangan, tenaga pembersih sarang burung walet dilengkapi dengan APD yang standar sehingga produksi benar-benar dilakukan steril.

Potensi tenaga kerja di sarang burung walet juga diamini oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
"Serapan tenaga kerja di usaha sarang burung walet memang sangat bagus, jadi kedepan dengan pengembangan koperasi sarang burung walet menjadi lebih modern kami harapkan berdampak lebih bagus bagi tenaga kerja," jelas Teten.

Teten juga menekankan dengan adanya Koperasi PT. Ammar Sasambo, ekspor sarang burung walet bisa dari NTB bisa dilakukan satu pintu, sehingga ekspor bisa lebih optimal. "Jadi koperasi yang menyerap kemudian diolah di koperasi dan pembeli membeli dari koperasi. Tidak lagi pembeli membeli di peternak," kata Teten. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntb ekspor sarang walet
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top