Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2021, Remitansi ke NTB Rp259,84 Miliar

Remitansi yang masuk melalui PT. Pos Indonesia paling tinggi ditujukan ke Lombok Tengah senilai Rp16,41 persen atau 23,05 persen.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  18:59 WIB
Ilustrasi salah satu saluran pengiriman remitansi.
Ilustrasi salah satu saluran pengiriman remitansi.

Bisnis.com, MATARAM - Remitansi ke Nusa Tenggara Barat pada kuartal I/2021 mencapai Rp259,84 miliar yang berasal dari Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan remitansi yang masuk melalui Bank Indonesia sejumlah Rp72,40 miliar dan melalui PT. Pos Indonesia senilai Rp187,44 miliar.

Kepala BPS NTB Suntono menjelaskan pada Maret 2021, remitansi paling banyak masuk dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Malaysia. "Dari Arab Saudi remitansi yang masuk senilai 11,33 miliar, UEA Rp4,7 milliar dan Malaysia Rp492 juta," jelas Suntono dikutip dari rilis, Senin (3/5/2021).

Remitansi yang masuk melalui PT. Pos Indonesia paling tinggi ditujukan ke Lombok Tengah senilai Rp16,41 persen atau 23,05 persen, diikuti oleh Lombok Timur senilai Rp15,9 miliar atau 22,49 persen, Sumbawa Rp10,47 miliar atau 13,88 persen.

Selanjutnya ke Sumbawa Barat senilai Rp7,2 miliar, Lombok Barat Rp6,6 miliar, kota Mataram Rp5,8 miliar, Dompu Rp2,4 miliar, Kabupaten Bima Rp2,7 miliar, Lombok Utara Rp2 miliar dan paling rendah kota Bima Rp653 juta.

"Total remitansi yang masuk pada Maret 2021 saja Rp70,87 miliar yang ditujukan ke 10 kabupaten/kota di NTB," ujar Suntono.(K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

remitansi ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top