Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembatasan Kegiatan di Denpasar, Begini Temuan Tim Penegakan Prokes

Masyarakat yang masih kedapatan melanggar ini memiliki berbagai alasan. Mulai dari lupa membawa masker, bosan pakai masker karena sesak, bahkan ada yang mengaku virus sudah tidak ada lagi.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  07:41 WIB
Pecalang atau petugas keamanan desa adat menegur warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Senin (11/1/2021). PPKM yang digelar pada 11-25 Januari 2021 tersebut juga melibatkan pecalang untuk mengawasi dan mencegah kerumunan yang terjadi di wilayah desa. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Pecalang atau petugas keamanan desa adat menegur warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Senin (11/1/2021). PPKM yang digelar pada 11-25 Januari 2021 tersebut juga melibatkan pecalang untuk mengawasi dan mencegah kerumunan yang terjadi di wilayah desa. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR - Tim Yustisi menjaring delapan orang pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di Kota Denpasar pada hari pertama diterapkannya pembatasan kegiatan masyarakat.

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan tujuh dari delapan orang tersebut dikenakan sanksi administratif masing-masing senilai Rp100 ribu karena tidak menggunakan masker, dan satu orang lainnya pembinaan karena pemakaian masker yang tidak sesuai.

“Tim menjaring sebanyak 8 orang pelanggar. Artinya pelanggaran masih tetap ada dan perlu di gencarkan sosialisasi prokes,” kata Sayoga dalam rilis yang diterima Bisnis, Senin (11/1/2021).

Dia menekankan, masyarakat yang masih kedapatan melanggar ini memiliki berbagai alasan. Mulai dari lupa membawa masker, bosan pakai masker karena sesak, bahkan ada yang mengaku virus sudah tidak ada lagi.

Hingga saat ini pihaknya terus melakukan sidak ke beberapa tempat umum dan fasilitas umum dan menyasar daerah dengan kasus penularan Covid-19 yang tinggi.

“Sidak masker ini tidak menghukum masyarakat, namun mengajak semua disiplin dan mencegah penularan Covid-19,” jelasnya.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali bertambah 253 orang yakni 228 orang melalui transmisi lokal dan 25 pelaku perjalanan dalam negeri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra mengatakan dengan adanya penambahan kasus positif, sehingga hari ini terdapat sebanyak 1.600 orang atau 8,15 persen pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sementara itu, lanjutnya, pasien sembuh turut bertambah sebanyak 162 orang, dan empat orang meninggal dunia. "Secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif sebanyak 19.637 orang, pasien sembuh 17.470 orang (88,96 persen), dan meninggal dunia 567 orang (2,89 persen)," tuturnya dalam rilis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top