Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebanyak 80,61 Persen Kasus Covid-19 di Bali Berasal dari Transmisi Lokal

Rapid test dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat penelusuran orang atau masyarakat yang sempat kontak dengan pasien positif.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  19:01 WIB
Sejumlah warga bersantai di kotak tempat berjemur yang disiapkan masing-masing maksimal untuk empat orang menjelang penerapan tahap pertama normal baru di Taman Kota Denpasar, Bali, Senin (6/7/2020). Pemerintah Kota Denpasar berencana membuka ruang publik, obyek wisata dan tempat hiburan secara bertahap dengan menerapkan peraturan khusus sesuai protokol kesehatan Covid-19 yang dimulai pada 9 Juli 2020. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah warga bersantai di kotak tempat berjemur yang disiapkan masing-masing maksimal untuk empat orang menjelang penerapan tahap pertama normal baru di Taman Kota Denpasar, Bali, Senin (6/7/2020). Pemerintah Kota Denpasar berencana membuka ruang publik, obyek wisata dan tempat hiburan secara bertahap dengan menerapkan peraturan khusus sesuai protokol kesehatan Covid-19 yang dimulai pada 9 Juli 2020. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR - Sebanyak 1.564 orang atau 80,61 persen kasus Covid-19 di Bali berasal dari transmisi lokal.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengungkapkan dengan adanya kasus transmisi lokal yang terus meningkat, pihaknya telah melakukan rapid test kepada 161.526 orang. Sedangkan yang telah diuji swab sebanyak 34.974 orang.

"Rapid test dilaksanakan terkait penelusuran kontak, khususnya menyasar klaster-klaster penyebaran Covid-19 seperti pasar tradisional, desa, dan banjar," jelasnya melalui siaran pers, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya rapid test dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat penelusuran orang atau masyarakat yang sempat kontak dengan pasien positif, sehingga mempermudah penanganannya serta mempercepat proses memutus mata rantai penyebarannya. Rapid test juga dilakukan untuk keperluan perjalanan, Pekerja Migran Indonesia (PMI), atas permintaan sendiri, dan lain sebagainya.

Dewa Indra menjelaskan, secara kumulatif ditemukan 1.940 orang positif Covid-19, yakni 1.920 orang WNI dan 20 orang WNA, dengan rincian WNI yang positif Covid-19 sebanyak 295 orang PMI, 1.564 orang transmisi lokal, 61 orang Pelaku Perjalanan Dalam Negeri.

"Hari ini ada penambahan pasien positif 40 orang WNI, yakni 39 orang transmisi lokal dan 1 orang Pelaku Perjalanan Luar Negeri," tuturnya.

Sementara itu, sambungnya, penambahan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 60 orang WNI, yakni 57 orang transmisi lokal, 2 orang Pelaku Perjalanan Luar Negeri, dan 1 orang Pelaku Perjalanan Dalam Daerah. Secara kumulatif pasien sembuh mencapai jumlah 1.034 orang.

Disebutkan juga saat ini kasus aktif atau jumlah pasien dalam perawatan berjumlah 881 orang. Pasien dalam perawatan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dikarantina berjumlah 730 orang. Mereka dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering. Sedangkan yang dirawat di RS Rujukan atau pasien dengan gejala sebanyak 151 orang, yang dirawat di 14 rumah sakit rujukan yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota se Bali.

"Pasien meninggal hari ini bertambah 2 orang WNI transmisi lokal. Secara kumulatif korban meninggal berjumlah 25 orang yang terdiri dari 23 orang WNI dan 2 orang WNA," ungkap Sekda Bali ini.

Dia menjelaskan sebagian besar pasien meninggal karena memang sebelumnya mempunyai penyakit bawaan atau komorbid menahun seperti diabetes militus, jantung, ginjal dan hipertensi. Data ini, jelas Dewa Indra, memperlihatkan perubahan pola pendekatan yang diterapkan GTPP Covid-19 Bali. Semula GTPP Covid-19 fokus pada ODP dan PDP. Per akhir Mei 2020 mulai memperluas rapid test dan swab test menyasar OTG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top