Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah dan Tanah di Denpasar Semakin Murah, Saatnya Beli?

Penurunan harga properti residensial terjadi di pasar sekunder.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  19:37 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan. - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, DENPASAR — Harga properti residensial di Kota Denpasar pada Triwulan I/2020 menunjukkan pertumbuhan 0,13 persen dibandingkan periode sebelumnya (qtq).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, sumber dari peningkatan harga properti ini berasal dari penjualan tipe rumah menengah yang meningkat tajam dan diikuti dengan penjualan tipe rumah kecil. Meskipun bertumbuh positif namun terjadi perlambatan KPR yang diakibatkan penyebaran Covid-19 dan berpengaruh langsung terhadap pendapatan masyarakat.

“Meski adanya pertumbuhan positif, namun terdapat pelambatan penjualan rumah kecil dan menengah,” katanya melalui Webinar, Selasa (19/5/2020).

Di sisi lain, penurunan harga properti residensial terjadi di pasar sekunder. Pada Triwulan I/2020, harga rumah second turun 0,17 persen dibandingkan periode sebelumnya (qtq). Penurunan ini diiringi dengan menurunnya harga tanah di Denpasar sebesar 0,40 persen.

Sementara itu, kinerja perusahaan ritel pada awal Maret 2020 menunjukan adanya kontraksi, yakni turun mencapai 18 persen. Kontraksi ini diperkirakan masih belanjut hingga April 2020 dengan penurunan yang lebih dalam mencapai 22 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan penjualan cukup dalam yakni makanan, minuman, tembakau turun mencapai -37,7 persen, untuk komuditas sandang turun mencapai 38,6 persen, suku cadang dan aksesoris juga mengalami penurunan mencapai 30,9 persen.

“Hal ini disebabkan karena beberapa sektor tersebut sangat bergantung pada pariwisata di Bali,” tambahnya.

Mengenai perekonomian Bali pada triwulan I/2020 mengalami kontraksi sebesar -1,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini secara umum disebabkan karena menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top