Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persepsi Konsumen di Bali Saat Pandemi Covid-19, Begini Gambarannya

Dampak yang lebih rendah dialami oleh pekerja dalam bidang pertanian, jasa administrasi pemerintahan dan jasa pendidikan.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  19:02 WIB
Anggota satuan pengamanan adat Bali atau Pecalang memeriksa surat jalan seorang pengendara saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Biaung, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara
Anggota satuan pengamanan adat Bali atau Pecalang memeriksa surat jalan seorang pengendara saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Biaung, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara

Bisnis.com, DENPASAR — Persepsi konsumen atau Indeks keyakinan konsumen (IKK) di Provinsi Bali mencapai level pesimis. Penurunan signifikan terjadi pada persepsi akan kondisi saat ini, baik dalam hal jumlah penghasilan maupun ketersediaan lapangan kerja.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda menuturkan penyebaran Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan 78 persen responden masyarakat yang bekerja dalam sektor akomodasi makan minum, perdagangan, dan jasa. Sementara itu, penurunan pendapatan rata-rata dialami lebih dari 30 persen responden.

“Dampak yang lebih rendah dialami oleh pekerja dalam bidang pertanian, jasa administrasi pemerintahan dan jasa pendidikan,” katanya dalam Webinar Diseminasi hasil survei 2020, Selasa (19/5/2020).

Rizki mengungkapkan, dampak Covid-19 ini terhadap menurunnya tingkat pendapatan masyarakat disebabkan oleh menurunnya penjualan serta adanya pengurangan kebijakan jam kerja, gaji dan insentif. Selanjutnya, 10,2 persen responden saat ini mengalami pemberhentian sementara dan 9,03 persen menyatakan menutup usahanya sementara.

"Belum ada yang menyatakan diberhentikan atau usahanya ditutup secara permanen," tambahnya.

Sementara itu, penurunan pendapatan ini direspon dengan menurunkan biaya kebutuhan sehari-hari oleh 61,5 persen responden. Pengurangan biaya kebutuhan sehari-hari terutama dilakukan oleh masyarakat dengan pendapatan rendah. Selanjutnya, untuk besaran penurunanya mencapai 10-30 persen dari kebutuhan selumnya.

"Mayoritas masyarakat, hanya memiliki simpanan yang cukup untuk satu minggu hingga satu bulan saja, selebihnya mereka akan mencari pekerjaan lainnya di tengah Covid-19," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top