Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bali Targetkan Peningkatan Pendapatan Per Kapita di 2025

Pendapatan per kapita per orang di Bali baru Rp62,22 juta, padahal secara nasional rata - rata pendapatan per kapita sudah mencapai Rp75 juta.
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali./JIBI-Rachman
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali./JIBI-Rachman

Bisnis.com, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi menargetkan pendapatan per kapita masyarakat bisa meningkat pada 2025. 

PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menjelaskan saat ini pendapatan per kapita per orang di Bali baru Rp62,22 juta, padahal secara nasional rata - rata pendapatan per kapita sudah mencapai Rp75 juta. Mahendra menyebut Bali harus kerja keras mengejar ketertinggalan tersebut melalui berbagai program pembangunan yang bisa mendorong peningkatan pendapatan pekerja di Bali. 

"Kami di Provinsi Bali masih harus berupaya keras untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Mengingat pendapatan per kapita Indonesia diharapkan pada 2045 dapat masuk di dalam kelompok lima besar pendapatan tertinggi di dunia atau sekitar US$30.300. Bali dibawah rata-rata nasional, harus bekerja, harus dipacu, kami yakin bisa kalau dengan ngrombo (gotong royong)," jelas Mahendra pada sambutannya di Pembukaan Musrenbang, Senin (22/4/2024). 

Mahendra mengungkap ada sejumlah lapangan usaha yang perlu digenjot pendapatannya sehingga bisa mendukung target peningkatan pendapatan per kapita. Seperti nilai tukar nelayan di Bali yang menurutnya masih rendah karena masih berada di angka 90,36 per Maret 2024. Padahal secara nasional nilai tukar nelayan sudah di angka 102,1 poin.

Menurutnya nelayan masih jauh dari sejahtera sehingga perlu diberikan insentif yang tepat dari Pemprov maupun Pemkab agar pendapatan nelayan bisa meningkat. 

Selain itu, Pemprov Bali juga menargetkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Bali, terutama generasi muda agar bisa bersaing di sektor - sektor penting terutama yang membutuhkan keahlian tinggi. Menurutnya peningkatan kualitas SDM juga bagian dari upaya menurunkan indeks gini ratio atau ketimpangan di Bali yang saat ini berada di angka 0,36. 

"Bali perlu meningkatkan daya saing SDM untuk mendukung peningkatan indeks daya saing Indonesia di tingkat global. menurut data World Bank indeks daya saing Indonesia 0,53, tertinggi Singapura 0,88," ujar Mahendra. 

Pemprov Bali juga menargetkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 2023 yang mencapai 5,7%. Mahendra juga menyebut pertumbuhan ekonomi harus didukung dengan pengendalian inflasi agar bisa terjaga di bawah 3%. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper