Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

UMKM Lombok Utara Ekspor Minyak Kelapa ke Bangladesh

Ekspor minyak kelapa ini juga bagian dari upaya Bank Indonesia menggenjot ekspor komoditas non tambang.
Minyak kelapa/Homeremediesforlife
Minyak kelapa/Homeremediesforlife

Bisnis.com, DENPASAR - Produsen minyak kelapa di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengekspor minyak kelapa ke Bangladesh walaupun masih dalam volume yang terbatas.

Ekspor minyak kelapa berhasil dilakukan atas dorongan Bank Indonesia yang memfasilitasi peningkatan kualitas produksi minyak kelapa tersebut. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya menjelaskan Bangladesh menjadi negara pertama yang mendapat kiriman minyak kelapa NTB, dengan volume ekspor 50 liter. 

Ekspor perdana ini pun tidak langsung dilakukan dari NTB, melainkan dari Yogyakarta. "Memang secara volume masih terbatas, tetapi ini sebagai awal yang baik. Dan kenapa lewat Yogyakarta karena disana yang lebih awal memulai. Kedepan kami targetkan bisa ekspor langsung dari NTB," jelas Winda kepada media, Kamis (18/4/2024). 

Winda juga menjelaskan, ekspor berhasil setelah dilakukan peningkatan kualitas produk minyak kelapa Lombok Utara dilakukan dengan mendatangkan pelatih dari Yogyakarta yang sudah berpengalaman melakukan ekspor minyak kelapa ke luar negeri. UMKM di Lombok Utara sudah lama memproduksi minyak kelapa, akan tetapi belum berhasil melakukan ekspor karena kualitasnya dibawah standar, dan harga yang tidak kompetitif. 

"Kami mendatangkan Pak Syaikoni dari Yogyakarta, setelah dilatih bagaimana memproduksi minyak kelapa standar ekspor, produsen yang di KLU langsung mampu menghasilkan minyak dengan kualitas ekspor dan yang paling penting juga berhasil menekan biaya produksi. Dari yang awalnya menggunakan 8 mesin sekarang hanya butuh 3 mesin sudah bisa menghasilkan produk kualitas ekspor," jelas Winda.

Winda menyebut dampak positifnya harga jual minyak bisa lebih rendah karena biaya produksi bisa ditekan secara optimal, dari yang awalnya Rp70.000 per liter, sekarang bisa dijual Rp30.000 produsen bisa lebih untung. Dengan harga yang lebih murah juga konsumen semakin berminat menggunakan minyak kelapa. 

Untuk menggenjot ekspor minyak kelapa, BI NTB juga akan mengintervensi petani plasma kelapa Menurut Winda hasil para petani kelapa banyak banyak memproduksi minyak, tetapi proses pemerasannya masih tradisional sehingga minyak didapat tidak optimal. Winda menyebut metode produksi harus ditingkatkan lebih modern.

Selain itu, Bank Indonesia akan mendorong pengolahan batok kelapa dan serabut kelapa agar memiliki nilai tambah. “Tujuan kami agar masyarakat pesisir bisa menghasilkan nilai tambah,” jelas Winda.

Ekspor minyak kelapa ini juga bagian dari upaya Bank Indonesia menggenjot ekspor komoditas non tambang. Karena volume ekspor tambang NTB mencapai 98%, sedangkan volume ekspor komoditas non tambang hanya 1%-2%, padahal potensi komoditas non tambang NTB masih besar. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper