Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Libur Lebaran, Harga Hotel di Bali Naik 10 Persen

Okupansi hotel saat libur Lebaran diprediksi mencapai 85 persen – hingga 90 persen, khususnya di kawasan favorit seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur, hingga Ubud.
Ilustrasi vila mewah di kawasan Ungasan, Kabupaten Badung./Istimewa
Ilustrasi vila mewah di kawasan Ungasan, Kabupaten Badung./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Harga kamar hotel di Bali diprediksi bakal meningkat pada momen libur Lebaran yang bakal berlangsung selama sepekan mulai 19 April – 25 Mei 2023.

Pjs Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Ida Ayu Rai Chandrawati Lestari menjelaskan kenaikan harga kamar hotel hanya naik 100 persen walaupun akan ada peningkatan permintaan dari wisatawan domestik. “Kalau kenaikan pasti ada, karena permintaan yang naik saat libur Lebaran, tetapi perkiraan kami hanya 10 persen, tidak tinggi,” jelas Dayu, Rabu (12/4/2023).

Okupansi hotel saat libur Lebaran diprediksi mencapai 85 persen – hingga 90 persen, khususnya di kawasan favorit seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur, hingga Ubud.

Menurut Dayu, selain okupansi yang meningkat, length of stay atau lama menginap tamu juga bakal bertambah menjadi tiga malam, dari yang biasanya hanya dua malam. Banyak wisdom dari kota besar seperti Jakarta akan lebih lama di Bali karena masa libur Lebaran yang panjang.

Menurut Dayu, tingkat hunian hotel di Bali khususnya Bali Selatan sudah mendekati kondisi normal seperti di 2019. Masuknya wisman pasca pandemi Covid-19 membuat hunian hotel meningkat secara bertahap, namun kondisi tersebut belum merata ke kabupaten lain di Bali seperti Buleleng, Karangasem, geliat pariwisata belum seramai di Bali Denpasar, Badung dan Gianyar.

“Saat ini memang market kami masih dari wisman, baru nomor dua domestik, secara umum tingkat hunian berangsur pulih, termasuk di hotel anggota IHGMA yang jumlah kamarnya mencapai 20.000 kamar,” kata Dayu. 

Sebagai informasi, wisman yang datang langsung ke Bali pada Februari 2023 tercatat sejumlah 323.623 kunjungan, turun 2,50 persen dibandingkan periode Januari 2023 yang tercatat 331.912 kunjungan. Wisatawan yang berasal dari Australia mendominasi kedatangan wisman ke Bali di bulan Februari 2023 dengan share sebesar 24,44 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper