Konsumsi Avtur di Lombok Diproyeksi Naik Menjadi 50 KL per Hari

Peningkatan konsumsi avtur ini terdorong oleh sejumlah event internasional seperti Superbike dan Moto GP yang mampu menyerap konsumsi avtur hingga 100 kl/hari.
Wisatawan asing tengah mengunjungi Desa Adat Sade - Rembitan - Lombok, Jumat (17/3/2023)./Bisnis-Peni Widarti.
Wisatawan asing tengah mengunjungi Desa Adat Sade - Rembitan - Lombok, Jumat (17/3/2023)./Bisnis-Peni Widarti.

Bisnis.com, LOMBOK — PT Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus memproyeksikan tren konsumsi bahan bakar pesawat atau avtur di wilayah Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Internasional Lombok (BIL) tahun ini akan meningkat rerata menjadi 50 kiloliter per hari (kl/day).

Kiagus Achmad Ario Ditokusumah, Supervisor Receiving, Storage and Distribution DPPU BIL, mengatakan proyeksi tersebut sejalan dengan pulihnya sektor industri pariwisata melalui peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun asing ke Lombok.

"Penjualan avtur sudah mulai ada peningkatan saat ini rerata mencapai 40 kl/hari, bahkan menjelang Ramadan dan Lebaran ini rata-rata konsumsinya mulai menjadi 60 kl/hari," katanya, Jumat (17/3/2023).

Dia mengatakan peningkatan konsumsi avtur ini terdorong oleh sejumlah event internasional seperti Superbike dan Moto GP yang mampu menyerap konsumsi avtur hingga 100 kl/hari.

"Adanya sirkuit di Mandalika cukup membantu karena ada event setahun 2 kali. Apalagi saat hari terakhir event saat kepulangan, terjadi lonjakan konsumsi," katanya.

Selain itu, lanjutnya, rute angkutan udara melalui Bandara Internasional Lombok juga sebagian besar telah pulih. Hanya frekuensinya yang belum pulih, misalnya rute ke Jakarta yang sebelumnya 4 kali sehari sekarang masih belum, serta beberapa maskapai yang belum pulih.

"Dibandingkan 2022 rute penerbangan mulai kembali lagi seperti rute domestik ke Yogyakarta, lalu penerbangan internasional ke Malaysia, dan yang belum kembali ada itu seperti ke Australia," ujarnya.

Kiagus menambahkan, tren peningkatan konsumsi ini sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu, tetapi memang masih jauh 50 persen dibandingkan tingkat konsumsi pada 2018 yang mampu mencapai 120 kl/hari. Kapasitas storage DPPU BIL sendiri mencapai 1.600 kl sehingga ketahanan stoknya pun rerata 14 hari.

"Seperti kita ketahui, Lombok diterpa bencana gempa 2018 mengakibatkan konsumsi avtur turun 30 persen, lalu ada Covid-19 turun lebih signifikan," imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kinerja angkutan udara NTB pada Januari 2023 di pintu kedatangan domestik sebanyak 81.387 penumpang atau naik 17,82 persen (yoy). Dibandingkan Desember 2022, jumlah penumpangnya mencapai 99.036 penumpang.

Sedangkan jumlah penumpang di pintu keberangkatan domestik pada Januari 2023 sebanyak 81.533 penumpang atau naik 26,71 persen (yoy), dan dibandingkan Desember 2022 tercatat 87.434 penumpang.

Sementara di pintu kedatangan internasional pada Januari 2023 tercatat 4.474 penumpang atau meningkat dibandingkan Desember 2022 yang tercatat 4.212 penumpang. Di pintu keberangkatan internasional Januari 2023 tercatat 6.938 penumpang, atau naik tipis dibandingkan Desember 2022 sebesar 6.932 penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper