Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Digitalisasi Dongkrak Pertumbuhan DPK di Bank BPD Bali

DPK atau dana simpanan nasabah di BPD Bali sepanjang 2022 mencapai Rp26,45 triliun atau tumbuh 13,16 persen dibandingkan DPK pada 2021 sejumlah Rp23,38 triliun.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, DENPASAR – Digitalisasi pembayaran dan perubahan perilaku masyarakat yang mengurangi belanja konsumtif pasca pandemi Covid-19 turut andil mendongkrak pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di BPD Bali.

DPK atau dana simpanan nasabah di BPD Bali sepanjang 2022 mencapai Rp26,45 triliun atau tumbuh 13,16 persen dibandingkan DPK pada 2021 sejumlah Rp23,38 triliun. Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma menjelaskan tingginya tabungan nasabah di Bank BPD Bali didukung oleh sejumlah faktor antara lain terjaganya tingkat kepercayaan nasabah kepada Bank BPD Bali.

Suksesnya digitalisasi BPD Bali menjadi faktor penting meningkatnya simpanan nasabah di Bank BPD Bali. Produk digitalisasi Bank BPD Bali seperti uang elektronik Balipay, Layanan Transaksi CardlessQRIS Cross Border, kerja sama layanan payment gateway, BI - Fast, online on boarding, kerja sama merchant aggregator, transaksi fx spotfx swap dan fx forward, transaksi DNDF, co-branding Jakcard, penerapan SNAP, kerja sama penyediaan kartu kredit pemerintah daerah (KKPD) yang disediakan BPD Bali.

“Produk-produk digitalisasi yang sudah kami kembangkan terbukti membuahkan hasil dan mampu meningkatkan DPK, karena digitalisasi terbukti efektif, misalnya e-ticketing yang kami lakukan di 100 lebih destinasi wisata (DTW) terbukti efektif, para wisatawan sekarang beralih memesan tiket DTW secara digital,” kata Sudharma.

Menurut Sudharma peningkatan tabungan nasabah juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku nasabah imbas dari pandemi Covid – 19. “Yang paling terasa memang perubahan perilaku setelah pandemi, sekarang nasabah atau masyarakat itu lebih memilih menabung untuk mengamankan dana mereka, daripada berbelanja,” jelas Sudharma, Rabu (8/3/2023).

Selain itu, BPD Bali juga konsisten meningkatkan kemampuan dalam memperoleh dana selain dana pemerintah atau dana non pemerintah atau swasta terutama dana retail yang memiliki karakteristik dana murah dan berisiko rendah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper