Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pergerakan Angkutan Logistik di Pelabuhan Lembar Turun

Penyebab turunnya angkutan logistik yang selama ini menjadi andalan pengusaha kapal akibat turunnya pengiriman komoditas.
Suasana dermaga di Pelabuhan Lembar, Lombok./Bisnis
Suasana dermaga di Pelabuhan Lembar, Lombok./Bisnis

Bisnis.com, DENPASAR – Pergerakan angkutan logistik di jalur pelabuhan Lembar ke Padangbai turun drastis disebabkan menurunnya pengiriman pasokan logistik di dari NTB ke luar daerah.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) NTB, Sudirman menjelaskan saat ini pergerakan angkutan logistik sudah turun hingga 50 persen jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya seperti sebelum pandemi Covid-19. Bahkan pada jam yang seharusnya angkutan logistik ramai seperti pukul 22.00 wita hingga pukul 02.00 dini hari saat ini sudah tidak seramai dulu lagi.

Menurut Sudirman penyebab turunnya angkutan logistik yang selama ini menjadi andalan pengusaha kapal akibat turunnya pengiriman komoditas dan ekspedisi melalui jalur Lembar Padangbai maupun sebaliknya.

“Sekarang ini banyak truk yang nongkrong, kalau kami tanya ke sopir katanya nunggu muatan. Memang tidak seramai dulu lagi. Angkutan ekspedisi juga mulai berkurang. Termasuk juga angkutan logistik dari Lembar ke Banyuwangi juga tidak begitu ramai,” jelas Sudirman saat dihubungi Bisnis, Rabu (8/2/2023).

Turunnya angkutan logistik berdampak ke keterisian kapal yang turun hingga 40 persen dan pendapatan kapal. Saat ini keterisian kapal hanya berkisar 50-60 persen, itu sudah termasuk keterisian penumpang dan kendaraan logistik.

Jumlah kapal beroperasi di selat Lombok mencapai 25 kapal, dengan 13 kapal yang beroperasi setiap hari. Ketua Gapasdap Lembar, Denny F Anggoro menjelaskan jumlah kapal yang beroperasi saat ini terlalu banyak sehingga persaingan antar pengusaha semakin berat, sementara keterisian penumpang hanya 60 persen.

“Idealnya 20 kapal beroperasi, saat ini memang terlalu banyak dan ukuran kapal juga sebenarnya tidak perlu terlalu besar,” ujar Denny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler