Made Mangku Pastika Angkat Suara Soal Bandara Bali Utara

Pastika menyebut Bandara Bali Utara merupakan keinginan atau mimpi masyarakat Buleleng sejak lama sehingga harus direalisasikan oleh pemerintah.
Lokasi perluasan apron sisi barat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (18/9/2018)./Bisnis-Feri Kristianto
Lokasi perluasan apron sisi barat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (18/9/2018)./Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR – Mantan Gubernur Bali yang saat ini menjadi anggota DPD RI I Made Mangku Pastika menyebut Pulau Dewata tetap butuh Bandara Bali Utara sebagai pemerataan pembangunan dan mengurai keramaian di Bali Selatan.

Kebutuhan bandara baru dinilai sudah mendesak karena Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah padat dan diprediksi 2027 akan macet total jika penumpang terus meningkat. “Sekarang berangkat ke Jakarta saja dari Bandara Ngurah Rai pesawat itu antre hingga satu jam untuk lepas landas. Begitu juga yang mau mendarat, jadi lama sekali. Oleh karena itu bandara baru dibutuhkan,” jelas Mangku kepada media, Jumat (3/2/2023)

Mantan Gubernur Bali dua periode ini menyebut Bandara Bali Utara merupakan keinginan atau mimpi masyarakat Buleleng sejak lama sehingga harus direalisasikan oleh pemerintah. Mengenai lokasi pembangunan, Mangku setuju jika bandara Bali Utara dibangun secara offshore atau di tepi pantai. Jika dibangun di darat dinilai akan banyak merusak lahan pertanian produktif dan tempat-tempat suci yang sudah dibangun.

Dengan kemajuan teknologi saat ini menurut Mangku pembangunan bandara secara offshore sangat mungkin dilakukan. “Paling memungkinkan itu offshore dan dibangun oleh swasta, kalau mengandalkan APBN itu tidak mungkin karena APBN digunakan untuk prioritas pembangunan di pinggiran,” ujar Mangku.

Bandara Bali Utara juga disebut tidak hanya berfungsi sebagai bandara penumpang, tetapi juga sebagai aero city atau kawasan perkotaan di sekitar bandara. Mangku menyebut jika hanya sebagai bandara penumpang tidak akan menguntungkan secara bisnis sehingga perlu dikonsep sebagai aero city.

Isu pembangunan Bandara Bali Utara kembali menghangat setelah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri tiba-tiba melontarkan penolakannya terhadap Bandara Bali Utara. Menurut Mega, Bandara Bali Utara rentan merusak alam Buleleng dan tidak berdampak bagi masyarakat setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper