Jelang Nataru, Begini Stok Pangan NTB

Harga komoditas pangan NTB seperti harga telur, harganya Rp45.000 untuk telur kecil, R48.000 - Rp49.500 untuk telur ukuran sedang dan Rp50.000 untuk besar.
Pedagang melayani pembeli./Antara-Dhemas Reviyanto
Pedagang melayani pembeli./Antara-Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, DENPASAR – Ketersediaan pangan di Nusa Tenggara Barat jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) terpantau aman dan diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga usai perayaan tahun baru.

Pemerintah Provinsi NTB mencatat ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai 12.000 ton, gula pasir 120 ton dan gula pasir 20.000 liter. Sementara itu stok telur ayam di tingkat distributor sebanyak 50.000 butir, dan stok bawang merah sejumlah 2 ton.

Harga komoditas strategis juga masih terkendali seperti harga telur, harganya Rp45.000 untuk telur kecil, R48.000 - Rp49.500 untuk telur ukuran sedang dan Rp50.000 untuk telur ukuran besar. Harga bawang merah di tingkat pengecer Rp30.000 - Rp33.000 per kg.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan secara berkala melakukan kontrol harga di tingkat distributor hingga pengecer untuk memastikan tidak adanya penimbunan komoditas.

Satgas Pangan Polda NTB, Kasubdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Gede Harimbawa menjelaskan karena ketersediaan pangan yang cukup hingga 2023, masyarakat diharapkan tidak khawatir kehabisan stok dan tetap berbelanja secara normal.

“Kami memantau terus perkembangan stok dan harga pangan di NTB, kami pastikan stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan Nataru 2022. Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan stok pangan, khususnya bawang yang diisukan terbatas, itu tidak benar karena masih cukup,” jelas Harimbawa dalam siaran pers, Kamis (22/12/2022).

Khusus untuk beras, Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, Heri Sulistyo menjelaskan ketersediaan beras masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan atau hingga panen raya di NTB tiba.

"Asumsi kami untuk kebutuhan operasi pasar dari Desember hingga Februari stok saat ini cukup. Nanti di Februari juga akan panen raya sehingga harga akan cenderung turun,” jelas Sulistyo.

Sementara itu, pantauan harga dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) untuk NTB harga komoditas juga masih terpantau stabil. Beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti cabai rawit turun Rp2.500 menjadi Rp26.200 per kg. Kemudian harga telur ayam ras turun Rp300 menjadi Rp33.700, dan harga daging sapi turun Rp800 menjadi Rp129.200 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper