Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perajin Tenun NTB Mulai Kembangkan Produk Baru

Produksi kain tenun ramah lingkungan dilakukan dengan melatih pelaku usaha tenun menggunakan pewarna alami.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 03 September 2022  |  14:57 WIB
Perajin Tenun NTB Mulai Kembangkan Produk Baru
Pegiat tenun khas Sumba Timur, Rambu Naomi. - JIBI/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Perajin tenun di Nusa Tenggara Barat mulai menerapkan konsep fesyen berkelanjutan atau fesyen yang ramah lingkungan dengan memproduksi kain tenun ramah lingkungan.

Konsep berkelanjutan juga bertujuan untuk menyasar konsumen mancanegara yang hanya ingin membeli produk ramah lingkungan jika berwisata ke Indonesia khususnya ke NTB. Produk tenun yang ramah lingkungan harus dibuat melalui bahan baku yang ramah lingkungan, seperti pewarna kain alami.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, mendorong produksi kain tenun ramah lingkungan dengan melatih pelaku usaha tenun menggunakan pewarna alami. Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari lima kelompok UMKM yaitu Mawar Tenun, Ana Tenun Sukarara, Bun Mudrak Lombok Tengah, Tenun Pringgasela, dan Tenun Sangkabira Sembalun Lombok Timur.

Salah satu jenis tenun yang dikembangkan dengan pewarna alami yakni wastra tenun yang memiliki beragam motif dan jenis. Wastra tenun juga merupakan tenun yang diminati oleh pasar ekspor dan sudah dikenal secara luas di tingkat nasional.

Kepala BI NTB, Heru Saptaji, menjelaskan fesyen berkelanjutan sudah menjadi tren global yang harus disesuaikan oleh pelaku ekonomi kreatif NTB jika ingin tetap dilirik oleh pasar global. “Fesyen berkelanjutan yang merupakan bagian dari ekonomi hijau tersebut secara konsisten kami dukung pada aspek pengembangan wastra tenun NTB,” jelas Heru dari keterangan resmi, Jumat (2/9/2022).

Sentra produksi tenun di NTB terdapat di 10 kabupaten dan kota, yang terkenal antara lain sentra tenun Sukarara, Sade di Lombok Tengah, kemudian sentra tenun Pringgasela di Lombok Timur. penenun masih menggunakan alat tenun tradisional yang merupakan warisan turun temurun. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenun ntb ramah lingkungan
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top