Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konektivitas Bali NTB Perlu Ditingkatkan

Konektivitas Bali dan NTB harus terus ditingkatkan karena kedua daerah saling berkaitan dan membutuhkan. Bali menjadi pintu masuk wisman terbesar di Indonesia.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  13:02 WIB
Konektivitas Bali NTB Perlu Ditingkatkan
Ilustrasi. Wisatawan asing dan domestik yang datang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, tiba di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Tingginya arus wisatawan mancanegara dari Bali menuju Nusa Tenggara Barat melalui jalur laut perlu didukung akses transportasi laut seperti boat atau kapal cepat.

Namun demikian, jumlah kapal cepat atau fast boat jalur Padang Bai – Senggigi maupun Padang Bai – Gili Trawangan masih terbatas. Pengusaha baru didorong masuk ke sektor tersebut agar harga tiket fast boat lebih kompetitif dan tidak dimonopoli oleh satu perusahaan.

Kepala BI NTB, Heru Saptaji, menjelaskan fast boat menjadi pilihan terbaik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang masuk dari Bali dan ingin berlibur ke Lombok. “Jumlah fast boat perlu ditambah karena potensi penumpangnya masih besar. Apalagi saat ini harga tiket pesawat Bali - Lombok sangat mahal karena naiknya harga avtur dan didominasi oleh satu maskapai,” jelas Heru di Ubud, Senin (29/8/2022).

Menurut Heru, konektivitas Bali dan NTB harus terus ditingkatkan karena kedua daerah saling berkaitan dan membutuhkan. Bali menjadi pintu masuk wisman terbesar di Indonesia, harus dimanfaatkan oleh NTB dengan peningkatan akses transportasi melalui laut.

Promosi pariwisata kedua daerah juga harus beriringan karena kedua daerah memiliki keunikan sebagai destinasi wisata internasional. Bali memiliki keindahan alam dan budaya yang kuat menjadi daya tarik wisman, NTB memiliki potensi sebagai destinasi sport tourism dengan adanya sirkuit Mandalika, Rinjani hingga kawasan Samota.

Sebagai pintu masuk utama wisman, kunjungan wisman ke Bali masih jauh lebih tinggi dibandingkan NTB. Kondisi sebelum pandemi mencatat kunjungan wisman ke Bali mencapai 6 juta orang, sedangkan kunjungan ke NTB baru 1 juta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru mencatat pada semester I/2022, kunjungan wisman ke Bali mencapai 371.504 orang, sedangkan kunjungan wisman ke NTB pada hingga Mei 2022 sejumlah 14.945 orang.

Selain itu, NTB dengan hasil pertanian yang berlimpah terutama beras, jagung, bawang merah dan komoditas lainnya, bisa mensuplai kebutuhan pangan Bali yang cukup tinggi terutama untuk menopang kebutuhan industri pariwisata Bali. “Begitu juga NTB yang defisit telur bisa mengambil dari Bali yang masih surplus. Kerja sama seperti ini harus ditingkatkan,” ujar Heru. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali ntb pelabuhan padangbai
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top