Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang MXGP, UMKM Sumbawa Didorong Gunakan QRIS

Alat pembayaran digital seperti QRIS, bias memudahkan penonton yang berbelanja bertransaksi.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  20:14 WIB
Ilustrasi penggunaan QRIS. - Antara/Ahmad Subaidi
Ilustrasi penggunaan QRIS. - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MATARAM – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pulau Sumbawa didorong segera menggunakan alat transaksi digital QRIS sebagai alat pembayaran untuk meningkatkan keuntungan UMKM saat event Motocross Grand Prix (MXGP) of Indonesia di Samota.

Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji, menjelaskan tersedianya alat pembayaran digital seperti QRIS, bias memudahkan penonton yang berbelanja bertransaksi tanpa harus menyediakan uang tunai dalam jumlah banyak.

“MXGP Samota bisa menjadi momentum UMKM di Sumbawa meningkatkan profit, kami mendorong UMKM yang membuka stand di Samota bisa menyediakan QRIS sebagai bagian dari usaha membangun ekosistem UMKM berbasis digital yang inklusif,” jelas Heru dikutip dari rilis, Kamis (9/6/2022).

Potensi penonton yang mencapai 75.000 orang pada event paling bergengsi motocross tersebut, dinilai akan mendorong tumbuhnya perekonomian pulau Sumbawa dan hidupnya usaha baru yang melibatkan masyarakat setempat seperti homestay, transportasi, dan destinasi wisata di Sumbawa.

“Dengan potensi tersebut, kami juga mendorong generasi muda khususnya mahasiswa di pulau Sumbawa menjadi pengusaha, saat ini usaha berbasis digital sedang menjadi tren dan generasi muda Sumbawa harus menangkap peluang tersebut,” kata dia.

Laju pertumbuhan ekonomi NTB yang terus tumbuh positif pada kuartal I/2022 yang mencapai 7,76 persen, dinilai cocok untuk iklim usaha dan investasi. Menurut Heru, tingginya permintaan barang dan jasa di NTB belum didukung dengan ketersediaan di pasar lokal, sehingga konsumen harus mendatangkan dari luar daerah. Kondisi tersebut sering menyebabkan tingginya inflasi di NTB.

“Pemenuhan terhadap permintaan barang dan jasa yang tinggi ini harus dapat dilihat sebagai peluang usaha khususnya bagi UMKM di NTB. Karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sia-sia jika dibarengi dengan inflasi yang tinggi. Jika UMKM NTB mampu memenuhi permintaan barang dan jasa maka kualitas ekonomi NTB semakin baik dan inflasi semakin terkendali,” ujar Heru. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntb balap motor QRIS Motocross
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top