Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tabungan Nasabah Rp91 Juta di Bima Raib, Begini Tanggapan OJK

Jika hasil investigasi menunjukkan ada kelalaian di sistem bank yang merugikan nasabah maka bank wajib mengganti.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  15:47 WIB
Tabungan Nasabah Rp91 Juta di Bima Raib, Begini Tanggapan OJK
Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat memberi atensi kasus hilangnya tabungan nasabah sejumlah Rp91 juta di salah satu bank BUMN di Kota Bima.

Kepala OJK NTB Rico Rinaldy menjelaskan terus mengikuti tindak lanjut bank atas hilangnya tabungan nasabah bernama Aisyah.

"Kami terus memantau tindak lanjut bank atas laporan nasabah. Saat ini bank sedang melakukan investigasi di internal dan kami masih menunggu hasilnya. Jika laporan sudah dikeluarkan harus teruskan ke OJK," kata Rico dihubungi melalui telepon, Kamis (31/3/2022).

Menurut Rico jika uang Rp91 juta tersebut hilang atas kelalaian sistem di bank maka uang nasabah wajib diganti. Tetapi jika hasil investigasi menunjukkan ada kelalaian nasabah yang menyebabkan uangnya di rekening hilang maka bank tidak wajib mengganti.

"Yang jelas jika hasil investigasi menunjukkan ada kelalaian di sistem bank yang merugikan nasabah maka bank wajib mengganti. Tetapi jika ada kelalaian nasabah misalnya ada keluarganya yang mengetahui PIN ATM sehingga hasil investigasi menunjukkan uang diambil oleh keluarganya melalui ATM tentu itu resiko nasabah. Yang pasti kita tunggu hasil investigasi," ungkapnya.

Bank memiliki tenggat waktu 14 hari untuk melakukan investigasi yang menyebabkan uang Aisyah hilang. "Dari waktu 14 bisa lebih cepat, tergantung kerumitan kasusnya, jadi kami ikuti terus," kata dia.

Sebagai informasi, Aisyah mengajukan tuntutan pengembalian dana ke salah satu bank BUMN cabang Bima karena merasa tidak pernah melakukan transaksi. Uang Rp91 juta tersebut menurut Aisyah akan digunakan untuk berobat oleh suaminya yang sedang sakit. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK ntb pembobolan dana
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top