Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Percepatan Akses Air Bersih Perlu Sokongan

Jika ada alokasi anggaran sejumlah 3 persen dari APBN maupun ABPD maka percepatan akses air bersih di daerah dapat diprogramkan secara berkelanjutan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  15:38 WIB
Ilustrasi pengolahan air PDAM. - Ist
Ilustrasi pengolahan air PDAM. - Ist

Bisnis.com, MATARAM - Percepatan akses air bersih secara nasional membutuhkan anggaran khusus dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD).

Saat ini akses air bersih dari pipa PDAM di seluruh Indonesia hanya 30 persen, jika digabung dengan akses air dari Pamsimas, baru mencapai 70 persen.

Direktur PDAM Giri Menang yang juga Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum (Perpamsi) Indonesia Lalu Ahmad Zaini menjelaskan butuh anggaran khusus untuk mempercepat akses bersih di seluruh Indonesia, karena akses air bersih dari PDAM masih rendah.

"Kami sudah menyampaikan kepada Wapres saat audiensi harus ada regulasi yang mewajibkan APBN hingga APBD mengalokasikan anggaran untuk air. Karena air merupakan kebutuhan dasar yang mengandung hajat hidup orang banyak. Selama ini sektor lain seperti pendidikan, kesehatan ada alokasi, air belum ada," jelas Zaini pada Selasa (14/12/2021).

Menurut Zaini, jika ada alokasi anggaran sejumlah 3 persen dari APBN maupun ABPD maka percepatan akses air bersih di daerah dapat diprogramkan secara berkelanjutan. "Saat ini banyak tantangan akses air bersih di daerah mulai dari sumber air baku, infrastruktur daerah, itu perlu menjadi perhatian negara," kata dia.

Kondisi akses air bersih di NTB juga dinilai masih rendah khususnya akses air bersih dari pipa PDAM. Air baku atau sumber air yang sulit di akses di beberapa daerah seperti Dompu menjadi kendala penyaluran air bersih di NTB.

"Kondisi di NTB tidak jauh berbeda dengan nasional, akses air bersih masih rendah. Ada masalah air baku seperti di Dompu. kemudian masalah manajemen PDAM di seperti di kabupaten Bima juga masih belum selesai masalahnya," kata dia.

Sementara itu, untuk meningkatkan layanan PDAM, Perpamsi akan melakukan program kemitraan dimana PDAM yang sudah maju akan membina PDAM yang masih ketinggalan dan berkembang.

"Ada 50 persen PDAM di Indonesia yang sudah maju, nanti akan membina yang masih berkembang. Dengan pola kemitraan ini kami harap perusahaan air minum di daerah semakin maju dari segi layanan terhadap warga," ungkapnya. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdam air bersih ntb mataram
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top