Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Empat Ribu Pekerja Migran NTB Pulang Berstatus Ilegal

Ada risiko besar yang didapatkan bagi PMI yang nekat bekerja ke luar negeri dari jalur ilegal.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  13:29 WIB
Empat Ribu Pekerja Migran NTB Pulang Berstatus Ilegal
Ilustrasi. - Antara/Aswaddy Hamid
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat menyatakan 4.000 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang pulang sepanjang 2021 merupakan PMI unprosedural atau ilegal.

Angka 4.000 orang PMI unprosedural yang pulang menurut Disnakertrans NTB mengindikasikan masih banyak warga NTB yang ke luar negeri melalui jalur gelap. Tingginya angka PMI unprosedural dari NTB membawa risiko besar bagi PMI secara fisik karena kerap mendapatkan perlakuan semena-mena atau disiksa oleh majikan.

Kepala Disnakertrans NTB Gde Putu Ariadi menjelaskan risiko besar yang didapatkan bagi PMI yang nekat bekerja ke luar negeri dari jalur ilegal.

"PMI ilegal banyak membawa risiko fisik seperti siksaan, kemudian pemutusan kerja secara sepihak, jam kerja melebihi batas. Selain itu PMI ilegal juga rawan menjadi korban sindikat Tindak Pidana Penjualan orang (TPPO)," jelas Ariadi, Selasa (15/6/2021).

Sepanjang 2021, dari 14.000 orang PMI ilegal yang pulang, 4.000 orang merupakan PMI unprosedural atau ilegal. Mereka yang berangkat biasanya tegiur janji manis calo yang menawarkan ongkos murah untuk bekerja ke luar negeri.

Pemprov NTB menegaskan akan memutus rantai pemberangkatan PMI Ilegal ke luar negeri dengam program Zero Unprosedural PMI asal NTB. Pemprov membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemkab dan pemkot di seluruh NTB.

"Program zero PMI unprosedural harus dimulai dari kelurahan dengan memberikan informasi job order dari negara tujuan di desa atau kelurahan di seluruh NTB, sehingga masyarakat yang berangkat tidak tertipu oleh calo," ungkap Ariadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntb pekerja migran
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top