Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian PUPR Bangun 292 Unit Huntap Risha di Bima & Dompu

Kementerian PUPR membangun hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Barat. Hunia dibangun dengan model Risha.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Juni 2021  |  16:36 WIB
Ilustrasi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), sebuah metode pembangunan rumah dengan teknologi pracetak atau precast. - Kementerian PUPR
Ilustrasi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), sebuah metode pembangunan rumah dengan teknologi pracetak atau precast. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun hunian tetap (huntap) sebanyak 292 unit di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang ditargetkan selesai pada November 2021.

Ketua Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR untuk Nusa Tenggara Timur (NTB) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Widiarto sebanyak 185 unit dibangun di Kabupaten Bima, sedangkan 107 lainnya dibangun di Dompu.

Dia menjelaskan bahwa pembangunan huntap di dua kabupaten tersebut dimaksudkan untuk melengkapi program rehabilitasi dan rekonstruksi setelah terjadi banjir bandang. pada 2 April 2021 akibat luapan Sungai Dam Pela Parado yang tidak mampu menampung debit air. 

Bantuan hunian tetap berupa rumah khusus (rusus) yang didesain dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) tipe 36.

Risha merupakan bangunan rumah menggunakan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat menggunakan tiga jenis modul beton bertulang pada struktur utamanya.

Widiarto mengatakan pembangunan rusus di Desa Tambe, Bima, merupakan upaya kerja keras bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana.

Dia menjelaskan bahwa huntap Risha di Bima dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 3,5 hektare.

"Selain dibangun rusus, juga dilengkapi dengan prasarana sarana dan utilitas (PSU) seperti sanitasi komunal, persampahan TPS3R (tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle), air bersih, dan jalan lingkungan," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (5/6/2021). 

Menurut Widiarto, rumah merupakan bagian dari kebutuhan utama masyarakat sekaligus meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk itu, Widiarto meminta pembangunannya segera dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Bupati Bima Indah Dhamayanti menuturkan pembangunan rusus itu adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat.

Widiarto mengutarakan Kementerian PUPR juga telah memulai pembangunan Risha di Kabupaten Dompu, NTB, sebanyak 107 unit dengan tipe 36 di tanah milik pemda seluas 28.670 m2.

Bupati Dompu Kader Jaelani mengucapkan terima kasih pada pemerintah yang membantu pembangunan rusus relokasi bagi masyarakat yang terdampak bencana di daerahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bandang ntb Kementerian PUPR
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top