Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar Telah Mencapai 152.148 Orang

Sebanyak 46.183 orang yang telah melaksanakan vaksinasi tahap kedua, yakni petugas medis dan nonmedis sebanyak 15.144 orang, jumlah kumulatif pelayanan publik 24.357 orang dan lansia 6.682 orang.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 09 April 2021  |  07:42 WIB
Warga menunggu giliran saat vaksinasi Covid-19 secara massal dengan sistem jemput bola berbasis banjar di Denpasar, Bali, Senin (5/4/2021). Vaksinasi Covid-19 yang digelar di tiga desa di Denpasar yakni Desa Panjer, Desa Sesetan dan Desa Sidakarya tersebut menyasar lansia, guru, pedagang dan perangkat desa dengan menargetkan 2.500 orang per hari yang berlangsung hingga bulan Mei 2021 untuk dosis pertama. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Warga menunggu giliran saat vaksinasi Covid-19 secara massal dengan sistem jemput bola berbasis banjar di Denpasar, Bali, Senin (5/4/2021). Vaksinasi Covid-19 yang digelar di tiga desa di Denpasar yakni Desa Panjer, Desa Sesetan dan Desa Sidakarya tersebut menyasar lansia, guru, pedagang dan perangkat desa dengan menargetkan 2.500 orang per hari yang berlangsung hingga bulan Mei 2021 untuk dosis pertama. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar telah memberikan vaksinasi tahap pertama kepada 152.148 orang dari tenaga kesehatan, pelayan publik, dan lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Denpasar Luh Putu Sri Armini mengatakan secara rinci penerima vaksinasi tahap pertama, yakni dari petugas medis dan nonmedis sebanyak 18.760 orang, jumlah kumulatif pelayanan publik 108.814 orang dan lansia 24.574 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.183 orang yang telah melaksanakan vaksinasi tahap kedua, yakni petugas medis dan nonmedis sebanyak 15.144 orang, jumlah kumulatif pelayanan publik 24.357 orang dan lansia 6.682 orang.

"Kami melakukan berbagai kiat dan upaya untuk mengoptimalkan vaksinasi, salah satunya dengan pelaksanaan vaksinasi berbasis banjar yang menyasar lansia dan pelayanan publik," katanya dalam siaran pers, Kamis (8/4/2021).

Menurut Sri, Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali merupakan simpul pergerakan perekonomian dan berbagai sektor. Oleh karena itu, mobilitas penduduknya dapat dikatakan tinggi. Sehingga, percepatan penanganan Covid-19 lewat optimalisasi pelaksanaan vaksinasi terus digencarkan.

“Pada proses vaksinasi terjadi penambahan signifikan pada sasaran Lansia dan Pelayanan Publik. Ini tak lepas dari pelaksanaan vaksinasi jemput bola berbasis banjar, ke depan pola seperti ini akan terus kami gencarkan bersama perangkat desa/kelurahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, melalui vaksinasi diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19. Lantaran imunitas atau antibodi tubuh telah terbentuk untuk melawan virus.

“Jadi vaksinasi ini bertujuan untuk membentuk imunitas tubuh manusia untuk melawan Covid-19. Namun demikian protokol kesehatan tetap wajib diterapkan,” ujarnya

Dia turut mengajak masyarakat Denpasar untuk ikut mensukseskan program vaksinasi ini. Dengan melaksanakan pendaftaran secara langsung di aplikasi www.pedulilindungi.id dan memilih fasyankes yang dikehendaki.

Khusus di Denpasar telah tersedia 40 Fasyankes yang siap melayani pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga medis, petugas pelayanan publik, dan lansia yang menjadi prioritas sasaran vaksinasi saat ini.

“Ayo kita bersama sukseskan program vaksinasi Covid-19 ini, sehingga penanganan Covid-19 dapat dipercepat dan perekonomian masyarakat dapat segera pulih,” jelas Sri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top