Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kain Endek Digunakan Christian Dior, Sri Widhi Tidak Naikkan Harga

Kain endek yang diproduksi Tenun Sri Widhi telah merambah dunia internasional karena digunakan Christian Dior, tetapi harga yang dibanderol tetap dapat dijangkau masyarakat umum.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 11 November 2020  |  02:57 WIB
I Wayan Widyantara, pemilik merk kain tenun Sri Widhi./Bisnis.com - Luh Putu Sugiari
I Wayan Widyantara, pemilik merk kain tenun Sri Widhi./Bisnis.com - Luh Putu Sugiari

Bisnis.com, DENPASAR – Kain endek yang diproduksi Tenun Sri Widhi telah merambah dunia internasional, tetapi harganya tetap dapat dijangkau masyarakat umum.

Dalam program Jelajah Wisata KemBali yang diinisiasi oleh Bisnis Indonesia, I Wayan Widyantara, pemilik merk kain tenun Sri Widhi yang digunakan untuk koleksi spring/summer Christian Dior pada 2021, mengatakan belum berencana menaikan harga produknya tersebut, karena ingin tetap berproduksi secara berkelanjutan.

"Bagi kami pengrajin yang penting itu permintaan konsumen terpenuhi, dan pendapatan mencukupi untuk biaya produksi," tuturnya di Rumah Produksi Sri Widhi pada Selasa (10/11/2020).

Proses pembuatan kain endek produksi Sri Widhi

Kain tenun yang diproduksi Sri Widhi dijual mulai dari harga Rp85.000 per meter dengan berbagai pilihan warna dan motif yang menarik, seperti yang digunakan oleh Christian yakni motif patola, tetiledan, dan naga sari yang melambangkan kembang motif Bali kuno dengan empat hingga lima perpaduan warna.

Widyantara mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa kain endek yang diproduksi digunakan oleh perancang busana terkenal asal Prancis, terlebih produknya mulai dikenal oleh masyarakat umum dari keikutsertaan pameran Inacraft pada 2017. Berita baik itu didengarnya dari Kepala Dinas Pariwisata Bali. "Kami sangat bangga, apa yang kami kerjakan diketahui oleh seluruh dunia," tambahnya.

Dari sisi lain, meskipun sempat tutup selama satu bulan akibat diterpa pandemi Covid-19, Widyantara mengaku kembali mempekerjakan 50 orang pengrajin yang ada di Desa tempat tinggalnya. Dalam kesempatan tersebut juga terlihat juga sejumlah perempuan tengah menenun dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker dan mengatur jarak.

"Bagi saya yang penting kami tetap berproduksi meskipun jumlahnya lebih sedikit, ibu-ibu bisa membeli beras," tuturnya.

Laki-laki yang pernah berprofesi sebagai FB service ini menuturkan ingin bekerja sembari memberi manfaat untuk orang lain, termasuk untuk ibu rumah tangga yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Program Jelajah Wisata KemBali ini didukung oleh Kemenparekraf, BPD Bali, Astra Isuzu, Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, Pertamina Region Jatimbalinus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali kain tenun Jelajah Jawa-Bali
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top