Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kelistrikan NTB: PLN Dorong Pelanggan Premium

Pelaksana Harian General Manager Unit Wilayah Nusa Tenggara Barat Edison Rajagukguk mengatakan sejauh ini ada 112 pelanggan premium di kawasan NTB.
General Manager Unit Pembangunan Nusat Tenggara Yuyun Mimbar Saputra (kiri), Pelaksana tugas harian GM Unit Wilayah NTB Edison Rajagukguk (tengah) mengamati control room PLTGMU Lombok Peaker./ Bisnis - David E. Issetiabudi
General Manager Unit Pembangunan Nusat Tenggara Yuyun Mimbar Saputra (kiri), Pelaksana tugas harian GM Unit Wilayah NTB Edison Rajagukguk (tengah) mengamati control room PLTGMU Lombok Peaker./ Bisnis - David E. Issetiabudi

Bisnis.com, MATARAM – PLN Unit Wilayah Nusa Tenggara Barat fokus mendorong bertumbuhnya pelanggan premium dan industri termasuk pariwisata guna menggenjot konsumsi listrik di wilayah tersebut.

Pelaksana Harian General Manager Unit Wilayah Nusa Tenggara Barat Edison Rajagukguk mengatakan sejauh ini ada 112 pelanggan premium di kawasan NTB. Untuk tahun ini, pihaknya akan mendorong segmen premium khususnya dari pariwisata.

“Jadi di 2020 harapan kami menambah pelanggan premium, itu jadi strategi kami untuk menjual kilo watt per hour [kWh] kami,” katanya, Kamis (12/2/2020).

Dari sisi pertumbuhan penjualan tenaga listrik PLN IUP Nusa Tenggara Barat, tercatat cukup signifikan dengan kinerja 9,75 persen pada 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun total penjualan listrik tahun lalu sebanyak 1,95 miliar kWh.

Dilihat dari segmen pasar, kelompok industri mengambil porsi sebesar 6,81 persen, segmen kelompok bisnis sebesar 17,8 persen dan rumah tangga sebsar 63,7 persen. Adapun kelompok industry mengalami pertumbuhan konsumsi listrik pada 2019 sebesar 24,9 persen dibandingkan dengan 2018.

Selain persoalan peningkatan konsumsi listrik, PLN juga fokus menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Execeutive Vice President Operasi Regional Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Indradi Setiawan mengatakan saat ini BPP listrik di NTB sebesar Rp2.497,24/kWh, sementara harga rata-rata kWh jual sebesar Rp1.034,89.

“Tapi kami terus support pengembangan di sini. Dan urusan kompensasi, biar jadi urusan kami dan pemerintah pusat,” katanya.

Hingga akhir tahun, daya mampu sistem kelistrikan Lombok tercatat 291,65 mega watt (MW) dan diharapkan bertambah menjadi 379,35 MW dengan adanya tambahan pasokan dari dua pembangkit.

Adapun dua pembangkit yang akan beroperasi pada 2020 yakni PLTU Unit 2 Jeranjang 25 MW dan PLTGU sebesar 60 MW. Nantinya, beroperasinya dua pembangkit tersebut meningkatkan cadangan pasokan sebesar 115,35 MW atau menjadi 30,4 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper