Kontribusi Gojek ke Denpasar Rp1,9 Triliun, Tapi Belum Mengalir ke Pemda

Kontribusi Gojek terhadap perekonomian Kota Denpasar hanya dinikmati Gojek dan mitra. Pemerintah daerah belum mendapatkan dampak ekonomi langsung dalam bentuk pendapatan daerah.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 19 Mei 2019  |  15:13 WIB
Kontribusi Gojek ke Denpasar Rp1,9 Triliun, Tapi Belum Mengalir ke Pemda
Ilustrasi - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, DENPASAR--Keberadaan aplikasi transportasi daring Gojek terbukti memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Kota Denpasar

Namun, kontribusi Gojek terhadap perekonomian Kota Denpasar hanya dinikmati Gojek dan mitra. Pemerintah daerah belum mendapatkan dampak ekonomi langsung dalam bentuk pendapatan daerah.

Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Gojek mengatakan perusahaan ingin menjaga keberlangsungan kesejahteraan mitra driver dan para pelaku usaha mikro lain serta memastikan dapat terus berkontribusi kepada perekonomian lokal.

“Strategi  untuk mendorong kesejahteraan mitra dilihat dari secara menyeluruh dari sisi pendapatan yang berkesinambungan, pengelolaan keuangan yang baik, serta pengembangan keterampilan dan pengetahuan,” katanya, Jumat (17/5/2019). 

Menurut Alvita perusahaan ini di antaranya menjalankan program Bengkel Belajar Mitra (BBM) dan program Gojek Swadaya melalui berbagai pelatihan peningkatan kapasitas mitra driver.

Alvita meyebutkan strategi Gojek mendukung kesejahteraan driver terbukti berhasil memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal seperti hasi riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Hasil penelitian LD FEB UI selama 2018 mengungkap kontribusi Gojek terhadap perekonomian Denpasar senilai Rp1,9 triliun. Studi serupa pada 2017 menunjukkan kontribusi Gojek dari dua layanan (roda dua dan UMKM) di Denpasar baru mencapai Rp882 miliar.

Perhitungan kontribusi ekonomi berasal dari selisih pendapatan mitra Gojek dari sebelum hingga setelah mereka bergabung di Gojek. Penelitian ini mencakup mitra dari empat layanan Gojek, yaitu, roda-dua Go-ride, roda-empat Gocar, Go-food, dan Go-life. 

Adapun perinciannya, mitra pengemudi Gocar berkontribusi Rp190 milliar, mitra pengemudi Go-ride menyumbang Rp814 milliar, mitra UMKM Go-food kontribusinya Rp892 milliar dan mitra go-life kontribusinya Rp48 milliar.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C.K. Walandouw menjelaskan kontribusi yang semakin besar dari Gojek menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya ke perekonomian daerah. 

Menurut Paksi aplikasi ini terbukti meningkatkan pendapatan mitra menjadi di atas rata-rata UMK Denpasar. Rata-rata pendapatan mitra Goride di Denpasar Rp4,6 juta, mitra Gocar senilai Rp5,8 juta dan pendapatan mitra Golife hingga Rp4,9.

“Gojek sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan bagaimana inovasi teknologinya dapat memperluas peluang penghasilan bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakangan pendidikan dan usia,” ujarnya di Denpasar, Kamis (16/5/2019).

Hanya saja, perputaran dana besar tersebut tidak berdampak terhadap langsung pendapatan daerah Denpasar. Berdasarkan data Bisnis, total realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Denpasar pada 2018 senilai Rp946 miliar. Pencapaian itu justru menunjukkan penurunan sebesar 6,18 persen  jika dibandingkan realisasi 2017 yang senilai Rp1,009 triliun.

Bahkan, sumbangan PAD dari pos retribusi daerah juga menunjukkan penurunan 22,75 persen menjadi Rp30,9 miliar dari tahun sebelumnya mencapai Rp40 miliar. Adapun pos pendapatan dari pajak daerah mengalami kenaikan tipis yakni 3,4 persen.

Paksi menyatakan penelitian tidak sampai mencatat dampak langsung terhadap kas daerah. Ia menjelaskan mitra Gojek kebanyakan bergerak di sektor informal yang selama ini belum dijangkau pajak. 

Paksi menyakini pasti ada yang mengalir ke daerah. Mayoritas responden mitra Gofood di Denpasar adalah usaha mikro dan kecil dengan omzet Rp300 juta per tahun (82 persen) dan omzet Rp300 juta-Rp2,5 miliar per tahun (18 persen).

Kepala Bagian Humas Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan kehadiran transportasi daring telah menggairahkan perekonomian masyarakat baik yang dinikmati pengemudi maupun ribuan UMKM terkait serta pengguna jasa ini.

Selain itu, lanjutnya,  masyarakat kian dimudahkan mengakses transportasi dan jasa ikutan lainnya yang dijalankan transportasi daring seperti Gojek. Kendati demikian, ia menyebut belum ada pendapatan secara langsung yang masuk ke kas daerah dari sektor transportasi daring.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek, denpasar

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top