Pelajar SMAN 2 Denpasar Produksi Jaket Antingantuk

Emi Student Company, usaha mikro berbasis sosial oleh sejumlah pelajar SMA Negeri 2 Denpasar, segera memproduksi jaket multifungsi yang dilengkapi alarm kejut agar tidak mengantuk saat berkendara.
Ema Sukarelawanto | 13 Mei 2019 12:00 WIB
Jaket multifungsi buatan pelajar SMAN 2 Denpasar.
Bisnis.com, DENPASAR—Emi Student Company, usaha mikro berbasis sosial oleh sejumlah pelajar SMA Negeri 2 Denpasar, segera memproduksi jaket multifungsi yang dilengkapi alarm kejut agar tidak mengantuk saat berkendara.
Adelia Putri Adnyana, President Director Emi SC mengengatakan jaket multifungsi yang memenangi kompetisi Regional Student Company Competition 2019 di Bali akhir pekan lalu merupakan gagasan yang telah banyak mengundang investor di kalangan teman, guru, dan orangtua di sekolah itu.
“Kami tak membayangkan sebelumnya bahwa dukungan investasi yang terkumpul bisa mewujudkan suatu usaha yang sangat menguntungkan,” katanya, Senin (13/5/2019).
Menurut Adelia membuat bisnis yang menguntungkan sudah biasa, tetapi yang bisa menghasilkan profit sekaligus bermanfaat itu luar biasa. Ia telah menjual sekitar 85 potong jaket yang dipasarkan secara daring melalui media sosial.
Selain itu, usahanya juga memiliki kegiatan corporate social responsibility sebagai bentuk keseimbangan antara keuntungan yang diraih dengan kontribusi sosial yang diberikan. 
Awalnya jaket multifungsi ini selain bisa digunakan sebagai jas hujan, juga bisa dimanfaatkan sebagai bantal dan tas belanja. Dalam tiga langkah hitungn: 1, 2 dan 3 jaket bertutup kepala ini bisa diubah bentuk sesuai fungsi yang diinginkan.
Fungsi antingantuk ditambahkan dengan menggunakan alat kejut yang memanfaatkan denyut nadi sebagai kontrol saat seorang pengendara mulai mengantuk yang kemudian direspons dengan alarm getar. Produk terbaru ini akan diikutkan kompetisi serupa di tingkat nasional akhir tahun ini.
Regional Student Company Competition 2019 merupakan prakarsa Citi Indonesia, Citi Peka, dan Prestasi Junior Indonesia untuk mendorong para bisnis berbasis sosial di sekolah.
Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengatakan sebanyak 9.115 pelajar dari 25 sekolah di 5 kota Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar telah menjadi penerima manfaat program Youth Sociopreneurship Initiative tahun 2018-2019.
“Generasi muda perlu diberikan wadah untuk mengasah minat berwirausaha, mengembangkan kreativitas yang dimiliki, sekaligus melatih kepekaan menangkap peluang dari sebuah isu sosial,” katanya.
Dalam program’student company’ ini, para pelajar berkesempatan untuk mengalami secara langsung bagaimana mengoperasikan sebuah bisnis. Melalui pembelajaran praktis, mereka dapat memahami tantangan serta risiko bisnis secara konkret. 
Dalam kompetisi di Denpasar, terdapat 5 tim yang bertarung yakni SMAN 2 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMKN 3 Denpasar, SMK Bintang Persada, dan SMK Pariwisata Harapan.
Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan selama 5 tahun kemitraan dengan Citibank telah memberikan manfaat melalui edukasi kewirausahaan kepada lebih dari 46.000 siswa-siswi dari 137 SMA dan SMK di Indonesia. 
“Gagasan inovatif yang mendasari bisnis mereka menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia," tuturnya.
Melalui inisiatif ini, PJI dan Citibank berupaya membuka jalan bagi para pelajar untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan kemampuan berwirausaha sekaligus menanamkan nilai pentingnya membangun sebuah bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
denpasar, pelajar

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup