Kunjungan Wisatawan Naik, Pertumbuhan Penjualan Eceran di Bali Berlanjut

Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Desember 2023 diperkirakan 108,5 atau secara bulanan meningkat 1,9% (mtm).
Pengunjung berburu buah apel di Tiara Dewata Supermarket Denpasar menjelang Hari Raya Kuningan pada Sabtu (25/7/2015)./Bisnis-Natalia Indah Kartikaningrum
Pengunjung berburu buah apel di Tiara Dewata Supermarket Denpasar menjelang Hari Raya Kuningan pada Sabtu (25/7/2015)./Bisnis-Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, DENPASAR - Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Desember 2023 diperkirakan meningkat seiring dengan semakin pulihnya aktivitas masyarakat dan meningkatnya kunjungan wisatawan di Bali pada Desember 2023. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Desember 2023 yang diperkirakan sejumlah 108,5 atau secara bulanan meningkat 1,9% (mtm) dibandingkan dengan periode November 2023 yang tercatat sebesar 106,4.

Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja menjelaskan tren peningkatan kinerja penjualan eceran di Bali terus berlanjut dalam 10 bulan terakhir. 

"Kenaikan ini sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian Bali yang terus tumbuh positif. Meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat mendorong kinerja penjualan eceran terus membaik setiap bulannya," jelas Erwin, Senin (15/1/2023). 

Selain itu, Erwin juga menjelaskan peningkatan penjualan eceran pada bulan laporan juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan karena perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur tahun baru.

Lebih lanjut, hal ini juga didukung oleh tetap terjaganya optimisme konsumen yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali di Desember 2023 tercatat sebesar 141,1. 

Tren positif kondisi perekonomian di Bali juga sejalan dengan membaiknya perekonomian nasional. Lebih lanjut, Erwin menambahkan bahwa peningkatan kinerja penjualan ritel di Bali didorong oleh kenaikan pada seluruh kelompok barang terutama pada kelompok barang bahan bakar kendaraan bermotor 5,9% (mtm).

Kemudian, kelompok barang peralatan informasi dan komunikasi 5,1% (mtm), kelompok barang makanan, minuman & tembakau 3,1% (mtm), serta kelompok barang lainnya 2,8% (mtm).

"Laju positif ini kami harapkan terus berlangsung di 2024 dimana perekonomian Bali diproyeksikan tumbuh positif," ujar Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper