Pemkab Jembrana Realisasikan Program Orang Tua Asuh Stunting

Jembrana mulai bergerak merealisasikan program bapak atau bunda asuh anak stunting (BAAS) guna menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Jembrana.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat memberikan bantuan ke salah satu rumah warga. bisnis/istimewa
Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat memberikan bantuan ke salah satu rumah warga. bisnis/istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai bergerak merealisasikan program bapak atau bunda asuh anak stunting (BAAS) guna menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Jembrana.

Melalui program BAAS , Bupati bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) hadir di sejumlah lokasi membawakan bahan makanan sehat kepada sejumlah anak dengan status stunting untuk mencukupi kebutuhan gizi mereka. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba langsung mendatangi tiga keluarga yang dikunjungi oleh Bupati Tamba, yakni keluarga I Gede Ardana (44) dan Ika Susiana (40), orang tua dari I Komang Dana Anggara Putra (11 bulan) yang berstatus stunting/kerdil di Banjar Pangkung Buluh Desa Kaliakah. 

Selanjutnya, Bupati Tamba mengunjungi rumah keluarga Putu Tagus Ardana dan Ni Kadek Ariani, orang tua dari I Kadek Sakara Adi Mahendra (3 tahun) yang berstatus stunting di Banjar Peh desa Kaliakah serta keluarga Ni Komang Ayu Setiawati orang tua dari I Gede Pasek Putra Praditya (3,5 tahun) di Banjar Banyubiru desa Kaliakah.

Sementara Wakil Bupati, Patriana Krisna  dan Sekda I Made Budiasa juga  mendapat tugas sebagai bapak asuh mengunjungi anak stunting masing masing berlokasi di Br. Delod Bale Agung, Mendoyo Dauh Tukad dan Banjar  Sombang Kaja Desa Tukadaya,

Bupati Tamba mengungkapkan dari 147 anak berstatus stunting ini merupakan bagian dari Kepala Keluarga (KK) yang kurang mampu. Ada juga dari mereka berstatus  sebagai  penyandang stunting, namun mempunyai kemampuan sendiri atau berkecukupan.

“Kehadiran kami agar anak-anak yang mengalami stunting ada perubahan. Kedepan akan terus saya monitoring, apakah ada perubahannya mulai dari tumbuh anak-anak dan kepintarannya," jelas Tamba dikutip dari siaran pers, Jumat (1/12/2023). 

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa bantuan ini akan berlangsung selama enam bulan kedepan, dimulai dari bulan Desember 2023 hingga Mei 2024. Setelah itu akan dievaluasi hasil dari pendampingan yang dilakukan oleh bapak dan bunda asuh terhadap anak stunting.

Bupati Tamba menjelaskan, di kabupaten Jembrana terdapat 600 keluarga dengan anak berstatus stunting. Namun dari 600 keluarga dengan anak yang berstatus stunting itu terdapat 147 keluarga yang tergolong kurang mampu. Sehingga bantuan dari OPD itu difokuskan kepada mereka.

“Kami akan terus update situasi dan perkembangannya, sekarang ini kita masing-masing yang menjadi orang tua dan ibu asuh memberikan catatan dan bagaimana perkembangan  terjadi  dilapangan,” kata Tamba.

Pihaknya yakin hal baik yang dilakukan dengan membantu anak-anak stunting akan berdampak baik bagi keluarga stunting maupun bagi bapak/ibu asuh anak stunting.

“Ini penting juga untuk anak atau cucu kami, manfaatnya luar biasa, maka kami sebut program ini menjemput karma, Berbagi kasih,” ujar Tamba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper