Pemkab Jembrana Fokus Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Mendoyo

Pemkab Jembrana akan memfokuskan program untuk penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kecamatan Mendoyo.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat berdialog dengan tokoh masyarakat./Ist
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat berdialog dengan tokoh masyarakat./Ist

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah Kabupaten Jembrana akan memfokuskan program untuk penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kecamatan Mendoyo. 

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat berdialog dengan tokoh masyarakat dari lima desa yakni Penyaringan, Yehembang kauh, Yehembang, Yehembang Kangin, dan Yehsumbul, di Wantilan Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, Jumat (24/11) malam menjelaskan program prioritas dalam mencapai Jembrana Emas pada 2026 di antaranya pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting serta perbaikan infrastruktur dan menggenjot pendapatan Jembrana melalui pertumbuhan investasi maupun pemberdayaan ekonomi kecil.

Untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemkab Jembrana telah mengalokasikan beasiswa pendidikan bagi anak usia sekolah yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain beasiswa pendidikan, Tamba juga memprogramkan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. 

"Berbicara masalah kemiskinan, tentu tidak cukup dengan pemberian BLT saja, Jembrana saat ini memiliki program memberangkatkan tenaga kerja keluar negeri. Anak muda Jembrana silahkan mendaftarkan diri ke Balai Latihan Kerja (BLK), di sana berbagai jenis vokasi bisa kalian ikuti dan keahlian itu banyak diperlukan di luar negeri. Juga beasiswa bagi anak keluarga kurang mampu, manfaatkan itu karena kuota masih banyak," jelas Tamba dikutip dari siaran pers, Senin (27/12/2023).

Soal stunting, Tamba menyebut telah dibentuk tim gabungan penanganan stunting yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak swasta dengan program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

Untuk pembukaan lapangan kerja dalam negeri di Kecamatan Mendoyo sendiri saat ini segera diresmikan bangunan RMU (rice milling unit) di subak tibu beleng Desa Penyaringan bersumber dari CSR BUMN . Bantuan CSR itu diharapkan akan memperkuat program kewirausahaan petani di Kabupaten Jembrana.

"Berbicara tentang itu, tentu banyak hal, baik itu penciptaan SDM Jembrana yang unggul, infrastruktur yang baik, UMKM, pertanian, dan kesehatan kesemuanya itu telah kita siapkan sejak dini sehingga betul-betul siap nantinya dalam menyongsong Jembrana Emas 2026," ujar Tamba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper