Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dapat KUR, Peternak Ayam Caru di Bali Bisa Jual Puluhan Ribu Ekor

Ayam caru merupakan ayam kampung usia sekitar 1 bulan untuk digunakan sebagai korban suci sebuah upacara agama di Bali.
Peternak ayam caru di Desa Abiansemal, Kabupaten Badung. Bisnis/Feri Kristianto
Peternak ayam caru di Desa Abiansemal, Kabupaten Badung. Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR—Bisnis ayam untuk caru atau upacara di Bali semakin menggeliat seiring dengan turunnya bantuan permodalan dari perbankan dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR)

Peternak ayam caru I Gusti Ketut Adi Putra di Desa Abiansemal, Kabupaten Badung mengatakan bantuan permodalan telah meningkatkan kemampuan peternak di daerahnya untuk meningkatkan jumlah produksi ayam caru. Saat ini dirinya sudah bisa menjual hingga puluhan ribu ekor per bulan dari sebelumnya hanya sebanyak ratusan ekonr

“Ini semua berkat suntikan modal kredit usaha rakyat [KUR]. Setelah ada bantuan kredit itu kami peternak bisa ngegas,” jelasnya pada Selasa (20/6/2023) di Badung.

Permintaan ayam caru ke Gusti setiap harinya kisaran 300-500 ekor. Pembelinya berasal dari seluurh wilayah di Bali. Ayam caru merupakan ayam kampung usia sekitar 1 bulan untuk digunakan sebagai korban suci sebuah upacara agama di Bali. Jenis ayam kampung caru ini bervariasi, mulai dari warna merah, perpaduan putih hitam dan merah, serta warna abu-abu dan hitam, putih.

Harga jual ayam ini mulai dari Rp25.000 per ekor hingga Rp35.000 per ekor. Harga naik ketika mendekati hari raya. Gusti menuturkan usahanya dirintis sejak 2018 silam. Usaha ini dia pilih karena peluangnya sangat besar di Bali. Ayam ini dibutuhkan dalam setiap pelaksanaan upacara umat Hindu di Bali. Permintaan ayam jenis ini sangat banyak karena masyarakat agama Hindu di Bali memiliki banyak agenda upacara keagamaan. Misalnya, Hari Raya Nyepi, Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Siwaratri, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon.

Karena modal terbatas, Gusti saat itu hanya memelihara sebanyak 100 ekor ayam kampung. Untuk membuka usaha ini, dia menggunakan modal sekitar Rp70 juta miliknya sendiri untuk membeli ayam dan membangun kandang. Baru pada 219, Gusti mengakses permodalan KUR dari BRI senilai Rp25 juta. Seiring berjalannya waktu, bisnis ini semakin berkembang dan permintaan terus meningkat.

Karena pertimbangan tersebut, Gusti menambah modal usaha lagi pada 2022 senilai Rp50 juta. Pertimbanganya karena saat ini dirinya memiliki kelompok Manuk Lestari berisikan peternak ayam kampung untuk koban. Kelompok ini untuk meningkatkan jumlah produksi. Karena pertimbangan tersebut dirinya akan kembali mengupgrade permodalan KUR hingga Rp100 juta pada tahun depan. Niat ini muncul karena suku bunga KUR sangat rendah dan persyaratanya mudah dipenuh.

Diakui olehnya, permodalan yang diberikan oleh BRI sangat membantu UMKM seperti dirinya. Tanpa ada bantuan permodalan, diragukan pelaku usaha bisa eksis dan berkembang. Sangat penting karena, tidak semua pelaku usaha memiliki jaminan bernilai besar.K ondisi ini malah akan menghambat para pelaku usaha khususnya yang sebelumnya melakukan pembayaran cicilan lancar untuk berkembang lebih besar lagi dalam menjalankan roda usaha di tengah persaingan semakin ketat saat ini maupun yang akan datang.

“Saya kalau tidak ada kemudahan modal KUR dari BRI tidak bakalan bisa mengirimkan puluhan ribu ekor,” ungkapnya.

CEO Regional BRI Denpasar Wilayah Bali Nusra Recky Plangiten mengungkapkan sektor seperti digeluti Gusti merupakan salah satu sektor yang banyak dibiayai oleh KUR. Sektor ini diberi banyak dibiayai karena merupakan sektor produktif.

“Sektor usaha yang paling banyak mengajukan KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian, perburuan, dan kehutanan, dan industri pengolahan,” tegasnya.

Sampai dengan Januari-Mei 2023, BRI RO Denpasar (Bali-NTB-NTT) telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp2,76 Triliuun. Khusus untuk wilayah Bali, tersalurkan sebesar Rp1,34 Triliun. BRI RO Denpasar telah menyalurkan KUR kepada 622 ribu lebih debitur di wilayah Bali, NTB, dan NTT. Khusus untuk wilayah Bali telah tersalurkan kepada 265.000 lebih debitur.

“Rata-rata nominal pinjaman yang diajukan dengan plafond sebesar Rp50 Juta,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Feri Kristianto
Editor : Feri Kristianto
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper