Ekspor Komoditas Kawasan Timur Indonesia Difokuskan di Bali

Angkasa Pura Logistik (APlog) mulai mengalihkan pengiriman logistik dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Ngurah Rai sejak Rabu (15/3/2023).
Inagurasi pengiriman ekspor melalui multimoda di Bandara Ngurah Rai, Rabu (15/3/2023)./Ist
Inagurasi pengiriman ekspor melalui multimoda di Bandara Ngurah Rai, Rabu (15/3/2023)./Ist

Bisnis.com, MANGUPURA – Ekspor komoditas strategis dari kawasan Timur Indonesia mulai Surabaya, Bali Nusa Tenggara, hingga Sulawesi bakal dipusatkan di Bali karena konektivitas penerbangan internasional terbanyak di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Angkasa Pura Logistik (APlog) selaku perusahaan yang bergerak di pengangkutan logistik untuk ekspor mulai mengalihkan pengiriman logistik dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Ngurah Rai sejak Rabu (15/3/2023).

General Manager Strategic Business Unit (SBU) Cargo Service Angkasa Pura logistik, Rudy Fachrudin, menjelaskan dialihkannya pengiriman barang ekspor yang dari Surabaya karena pengiriman melalui Bali dinilai lebih efisien dari sisi waktu dan biaya daripada pengiriman dari bandara Soekarno Hatta Jakarta.

“Dari segi waktu lebih cepat ke Bali daripada ke Jakarta dari Surabaya, apalagi sudah ada tol dari Surabaya ke jalur pelabuhan Ketapang. Makanya kami bekerjasama dengan airlines dan bandara untuk melakukan ekspor komoditas yang dari Surabaya, dan juga nanti dari Indonesia Timur akan dilakukan dari Bali,” jelas Rudi saat di sela acara inagurasi pengiriman ekspor melalui multimoda di Bandara Ngurah Rai, Rabu (15/3/2023).

Menurut Rudi, jika dihitung dari biaya pengangkutan, masih lebih murah ke Bali dibanding ke Jakarta. Jika dari Bali, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya regulated agent (RA), kalau ekspor dari Jakarta dikenakan RA Rp1.000 per kg, kemudian ada juga tarif lainnya, Rudi menyebut jika dihitung sudah ada efisiensi Rp2.000 per kg jika mengekspor dari Bali.

Angkasa Pura Logistic menyebut tidak menargetkan volume komoditas yang bakal diekspor pada 2023, APlog akan berfokus pada peningkatan layanan sehingga rute baru ini akan diminati oleh konsumen. Menurut Rudi, Surabaya dengan lima kawasan industri yang dimilikinya, memiliki potensi volume yang besar.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Ditjen Bea Cukai Bali, NTB, NTT, Saut Mulia Simbolon, menjelaskan masuknya Aplog ke Bandara Ngurah Rai akan menambah komoditas ekspor dari Bali ke luar negeri dan memperpanjang catatan surplus neraca perdagangan secara nasional.

“Tugas kami di Bea Cukai memfasilitasi kelancaran ekspornya dan memastikan komoditas yang diekspor sudah sesuai aturan, karena ada komoditas yang dilarang untuk ekspor seperti mineral, itu yang akan kami pastikan,” ujar Saut.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper