Membidik Jembrana Sebagai Pusat Ekonomi Baru di Bali

Selain sektor pertanian dan perikanan, investasi Jembrana di sektor pariwisata juga ikut bergeliat.
Foto udara suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (12/9/2022)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Foto udara suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (12/9/2022)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, DENPASAR – Kabupaten Jembrana yang terletak di Bali bagian barat diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Dewata dengan optimalisasi potensi pertanian, perikanan, hingga usaha kecil dan menengah.

Potensi utama kabupaten ini terletak di pertanian dan perikanan, berbeda dengan Bali Selatan yang fokus pada pembangunan pariwisata. Jembrana saat ini sedang bergeliat menjadi kekuatan baru di sektor pertanian dan perikanan. Di sektor pertanian sejumlah komoditas unggulan sedang dikembangkan secara masif seperti kakao dan padi.

Lahan tanam kakao terus diperluas dengan pembinaan petani kakao berbasis kelompok yang dilakukan secara terpadu oleh Pemkab Jembrana, Bank Indonesia hingga Kementerian Koperasi dan UKM. Penanaman kakao secara masif untuk memenuhi permintaan ekspor yang terus berdatangan.

Saat ini Jembrana hanya mampu memproduksi 3.000 ton kakao, sementara permintaan dari pasar jauh di atas angka tersebut. Pemkab Jembrana mulai memperluas lahan tanaman kakao dengan memanfaatkan lahan milik pemprov di sejumlah tempat.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menargetkan Jembrana menjadi daerah dengan produksi kakao terbesar di Bali dan Nusa Tenggara. “Kami terus memperluas kluster-kluster kakao di setiap desa yang memiliki lahan yang masih luas, seperti di Yeh Embang, Ekasari, dan desa pohsanten. Target kami Jembrana ini sebagai kota kakao,” jelas Tamba, Rabu (15/3/2023).

Sebagian besar kakao Jembrana diekspor ke luar negeri seperti ke sejumlah negara di Eropa seperti Prancis, dalam satu kali ekspor, Jembrana mengirim 10 – 12 ton biji kakao fermentasi. Di Prancis kakao Jembrana dijadikan bahan baku untuk pembuatan cokelat. Menurut Tamba keunggulan kakao Jembrana sehingga banyak diminati oleh pasar global karena keharuman yang khas.

Kementerian Koperasi dan UMKM pun mulai turun tangan dengan membangun pusat pengolahan kakao terpadu di kabupaten Jembrana. Pabrik pengolahan terpadu ini menjadi pusat fermentasi kakao Jembrana sebelum diekspor ke luar negeri. Direktur Pembangunan UMKM dan Koperasi Bapenas, Ahmad Dading Gunadi saat berkunjung ke Jembrana menjelaskan pabrik fermentasi terpadu akan memproduksi kakao dengan kualitas ekspor.

“Kami jadikan Jembrana ini sebagai pilot project pengolahan kakao terpadu sekaligus memperkuat hilirisasi kakao di daerah. Kakao Jembrana kualitasnya sudah bagus dan akan semakin bagus jika diolah secara terpadu,” ujar Dading.

Pusat Perikanan Terpadu

Selain sektor pertanian, Jembrana juga ditetapkan sebagai pusat perikanan di Bali dengan fasilitas pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Pengambengan. Pelabuhan ini sekaligus menjadi pelabuhan perikanan tunggal di Bali setelah pelabuhan perikanan Benoa juga direlokasi ke Pengambengan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merevitalisasi Pelabuhan Pengambengan dengan investasi senilai Rp900 miliar yang pembiayaannya dilakukan oleh Islamic Development Bank (IDB).

Menteri KKP, Wahyu Sakti Trenggono saat berkunjung ke Jembrana menjelaskan Pelabuhan Pengambengan akan menjadi pelabuhan modern yang ramah lingkungan. Produksi perikanan juga ditargetkan meningkat signifikan.

“Setelah beroperasi sebagai pusat perikanan baru, produksi ikan di Pelabuhan Pengambengan ditargetkan naik menjadi 80.000 ton per bulan dari yang awalnya hanya 12.000 ton per bulan. Jika bisa mencapai target tersebut, nilai transaksi bisa mencapai Rp3,2 triliun,” jelas Sakti.

Pelabuhan perikanan juga terletak di kawasan strategis karena dekat dengan pelabuhan perikanan muncar Banyuwangi. Di Jembrana juga sudah berjalan pabrik pengolahan perikanan seperti pabrik sarden dengan pangsa pasar nasional.

Tamba juga menyebut industri perikanan salah satu sektor yang banyak membuka lapangan kerja di Jembrana. Nantinya 1.500 unit kapal diprediksi akan hilir mudik di Pelabuhan Pengambengan. Satu kapal, menurut Tamba membutuhkan 30 orang pekerja, jadi ribuan lapangan kerja akan terbuka bagi warga Jembrana dan Bali.

Jembrana Berbeda

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho menjelaskan Jembrana berbeda dengan kabupaten lain yang mengembangkan pariwisata, Jembrana harus lebih fokus dalam pengembangan pertanian dan perikanan yang potensinya jauh lebih bagus dari pariwisata.

Selain itu, Trisno meminta Pemda meningkatkan anggaran untuk sektor pertanian sehingga pengembangan pertanian bisa lebih cepat dilakukan. “Di Bali ini anggaran pertanian dari APBD masih kecil, perlu ditingkatkan sehingga akselerasinya semakin bagus,” jelas Trisno.

Potensi kakao di Jembrana menurut Trisno masih bisa terus ditingkatkan, dan berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Untuk pasar kakao, Trisno menyebut tidak perlu dikhawatirkan karena banyak negara sudah melakukan permintaan kakao, tinggal Jembrana belum mampu memenuhi permintaan tersebut karena masih terbatasnya produksi.

“Petani di Jembrana cukup fokus di hulu, kalau soal pasar sudah banyak dan kami siap fasilitasi peluang pasar baru untuk kakao. Pemkab juga kami dorong untuk terus mengontrol kualitas pertumbuhan tanaman kakao sehingga hasilnya berkualitas,” ujar Trisno.

Selain sektor pertanian dan perikanan, investasi Jembrana di sektor pariwisata juga ikut bergeliat, dalam waktu dekat di Jembrana akan dibangun wahana hiburan Theme Park Paramount Bali. Wahana ini akan dibangun oleh paramount picture dan PT Kios Rekreasi.

Tamba menyebut ground breaking bakal dimulai pada Juni 2023, pembangunan bakal dilakukan di atas lahan seluas 100 hektar. Wahana ini ditargetkan sebagai magnet wisata baru di Bali, Tamba menyebut 80 persen wisman yang datang ke Bali diproyeksikan berkunjung ke theme park paramount Bali.

Adanya akses tol Gilimanuk – Mengwi bakal menurut Tamba akan mempercepat lalu lintas transportasi ke Jembrana, sehingga selain akses logistik yang akan lebih cepat, akses wisatawan dari  Bali Selatan ke Jembrana juga akan lebih cepat, sehingga sektor pariwisata juga akan bergeliat.

“Jadi wahana ini akan setara dengan Disneyland, dan yang terpenting mampu menyerap tenaga kerja lokal di Jembrana dan Bali,” kata Tamba. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper