Transformasi Digital Membawa Sari Merta Silver Jewellry Melewati Pandemi

Pandemi Covid-19 meruntuhkan sektor pariwisata Pulau Dewata. Pelaku UMKM terkena dampaknya. Omzet produsen perhiasan berbahan perak anjlok.
Pameran kerajinan perak./Ist
Pameran kerajinan perak./Ist

Bisnis.com, DENPASAR — Transformasi digital menjadi 'senjata' ampuh bagi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pulau Bali untuk bersaing dan melewati gejolak perekonomian.

I Wayan Murka, pemilik Sari Merta Silver Jewellery mengakui berkat digitalisasi, usaha yang telah dirintisnya sejak 1990-an di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar tidak gulung tikar.

“Ketika ada pandemi lalu, banyak teman-teman tidak bertahan. Saya meskipun turun drastis masih selamat karena beradaptasi dengan digitalisasi,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (27/2/2023).

Pandemi Covid-19 meruntuhkan sektor pariwisata Pulau Dewata. Pelaku UMKM terkena dampaknya. Omzet produsen perhiasan berbahan perak ini pada saat pandemi 2020 hingga 2021 anjlok 70 persen dari normal, menjadi sekitar Rp50 juta per bulan. Pada 2019, ketika perekonomian masih normal, omzet bisa tembus Rp300 juta per bulan. Sebagian besar penjualan itu menggunakan jalur luring (luar jaringan).

Murka mengaku situasi saat itu sangat sulit. Orderan perak dari pelanggan sepi akibat pandemi. Dia bersyukur di tengah-tengah kesulitan tersebut langsung beradaptasi dengan digitalisasi. Caranya dengan berjualan di situs di dagang-el, berpromosi di media sosial, hingga mengadopsi pembayaran menggunakan QRIS.

Hasilnya menggembirakan, penjualan secara daring mendominasi omzet keseluruhan. Meskipun hingga kini penjualannya belum normal, keputusan bertransformasi digital itu membantu napas panjang usahanya.

“Saya usia sudah lebih dari 60 tahun. Sebenarnya tahu sejak lama soal digitalisasi karena dulu kerja sama dengan orang pembeli dari Amerika Serikat. Digitalisasi sekarang ini sangat membantu biarpun saingan dengan anak milenial,” ungkapnya.

Murka menyatakan semua keberhasilan itu tidak terlepas dari bimbingan yang didapatkan di Rumah BUMN Gianyar yang diasuh oleh BRI. Sejak 2014 dirinya merupakan nasabah BRI dan kemudian bergabung di Rumah BUMN.

Transformasi Digital Membawa Sari Merta Silver Jewellry Melewati Pandemi

Dia bersyukur selama bergabung, selain mendapatkan pendampingan, juga mendapatkan ilmu tentang digitalisasi. Pengetahuan membuat kemasan yang baik, penetapan harga di media sosial, hingga cara membangun branding diperolehnya dari pendampingan-pendampingan yang diperolehnya.

Menurutnya, ilmu-ilmu seperti itu sangat membantu pengusaha seperti dirinya. Ditambah lagi, usianya sudah tidak muda lagi. Peningkatan ilmu diperolehnya lagi ketika berkesempatan menjadi 1 dari 500 pelaku UMKM yang tergabung dalam Brilianpeneur 2022 asuhan BRI.

Murka mengatakan, jejaring Brilianpeneur memberikannya kesempatan besar berkolaborasi dengan pelaku usaha lain dari seluruh Indonesia. Dia menyatakan ajang ini tidak hanya memberi kesempatan membuka keran ekspor, melainkan juga memperluas jaringan.

“Terus terang, kalau jejaring ini tidak hanya sekedar omzet saja. Saya di sini bisa berinovasi. Oh ada yang buat produk ini, cocok nih dengan perak saya. Karena perhiasan perak itu harus dimodifikasi dan itu bisa dari kolaborasi,” jelasnya.

Keberhasilan Sari Merta Silver Jewellry hanya salah satu contoh keberhasilan UMKM di destinasi wisata ini bertransformasi digital.

Data dari Dinas UMKM dan Koperasi Bali pada 2022, total pelaku sektor ini sebanyak 440.609 unit. Jumlah ini seharusnya dapat mendorong perekonomian daerah melalui transformasi digital.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengungkapkan pelatihan secara on boarding akan membatu mempermudah UMKM bertransformasi. Menurutnya, UMKM yang mampu bertranformasi terbukti mampu membuka peluang pasar lebih besar. Selain itu juga lebih cepat untuk pelaku usaha tersebut naik kelas.

“UMKM ini menjadi tulang punggung bagi daerah Bali. Dengan bertranformasi digital, mereka ikut meningkatkan kualitas serta kemampuan naik kelas,” jelasnya.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto menyampaikan bahwa pemberdayaan yang selama ini dilakukan BRI semakin mendorong antusiasme pelaku UMKM untuk menembus pasar global. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar UMKM dalam Brilianpreneur 2022 yang meningkat signifikan 126 persen year on year (yoy).

Semangat untuk go global juga semakin menyebar di berbagai wilayah di Indonesia, sebagaimana tampak dari asal kota yang berpartisipasi dalam UMKM Export Brilianpreneur yang melesat 113 persen yoy.

Transformasi Digital Membawa Sari Merta Silver Jewellry Melewati Pandemi

Sebanyak 1.189 UMKM binaan BRI dan 128 UMKM terpilih yang berasal dari komunitas, lembaga dan kementerian terkait, yang telah mendaftar sebagai peserta kurasi UMKM Brilianpreneur 2022 hingga terpilih 500 pelaku UMKM. Oleh karena itu, Amam menegaskan BRI senantiasa memperkuat pemberdayaan melalui berbagai pelatihan, pendampingan, hingga dukungan pembiayaan.

"Untuk mendukung merealisasikan penjualan UMKM secara go global, selain kami kini memiliki 6 kantor di luar negeri yang sudah bekerjasama dengan 1.200 bank, kami juga tentunya membekali UMKM dengan berbagai pelatihan yang telah diselenggarakan sebelum business matching dilaksanakan. Kami harapkan terjalin komitmen pembelian produk UMKM sehingga dapat memperluas akses pasar global," tegasnya dikutip dari siaran pers.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Feri Kristianto
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper