Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspor Produk Aksesoris Berbahan Perak dan Emas di Bali Kembali Bergeliat

Bara Silver bisa bertahan selama pandemi dengan fokus menggarap pasar domestik melalui market digital dan reseller.
Salah Satu Produk Bara Silver & Jewerly.
Salah Satu Produk Bara Silver & Jewerly.

Bisnis.com, DENPASAR – Ekspor produk kerajinan tangan (handmade) atau aksesoris dari bahan baku perak atau logam dari Bali kembali bergeliat setelah vakum selama pandemi Covid-19.

Salah satu UMKM yang memproduksi berbagai jenis handmade, aksesoris  dari perak, emas dan jenis logam lainnya, Bara Silver & Jewelry mulai menerima orderan dari luar negeri pada awal 2023. Ibu Bara, selaku owner dari Bara Silver menjelaskan orderan dari luar negeri mulai datang walaupun belum sebanyak seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Orderan datang dari buyer asal Amerika, ada sekitar 300 pcs yang akan kami kirim jika sudah selesai, produknya seperti anting dan aksesoris lainnya. Ini kami produksi untuk suolai salah satu toko di Amerika. Memang belum banyak orderan dari luar negeri, saat ini mayoritas pelanggan kami domestik,” jelas Bara saat dikonfirmasi Bisnis, Kamis (23/2/2023). 

Sebelum pandemi, ekspor Bara Silver bisa ke sejumlah negara seperti Australia, Italia dan sejumlah negara Eropa lainnya. Untuk mengembalikan pasar ekspor, Bara Silver aktif melakukan pameran skala nasional maupun internasional seperti pameran di Dubai. UMKM yang berada di Sukawati, Gianyar ini berharap pasar ekspor segera kembali pada 2023. 

Selain mengandalkan pasar ekspor, Bara Silver bisa bertahan selama pandemi dengan fokus menggarap pasar domestik melalui market digital dan reseller. Bara menyebut saat ini reseller sudah mencapai 25 orang yang tersebar di sejumlah kota seperti Jakarta, Medan dan mayoritas di Bali. Selain itu, banyaknya orderan dari kegiatan MICE di Bali untuk suvenir menjadi salah satu andalan Bara Silver hingga saat ini.  

“Makanya kami berharap kegiatan MICE di Bali tetap ramai di 2023, jika kegiatan MICE banyak kami pasti mendapat dampak, banyak order suvenir. Adanya kegiatan mice dan digital membuat kami bertahan selama pandemi. Walaupun harus mengurangi produksi, tapi kami tidak mengurangi pekerja,” ujar Bara.

Jika dibandingkan saat pandemi, penjualan Bara Silver sudah naik 30 persen, tetapi jika dibandingkan sebelum pandemi, Ibu Bara mengaku penjualannya masih belum pulih. 

Selain itu, Bara juga menambah varian produknya agar bisa menjangkau pasar domestik dari berbagai kalangan, baik untuk kelas menengah atas maupun kalangan lainnya. Bara mengaku saat ini sudah menghadirkan produk yang bagus dengan harga terjangkau. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper