Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Penyeberangan Kayangan – Poto Tano Diusulkan Naik

Naiknya biaya operasional sudah memberatkan pengusaha, sehingga kami mengusulkan penyesuaian tarif, setelah berembuk dengan Dinas Perhubungan ada kesepakatan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  17:11 WIB
Tarif Penyeberangan Kayangan – Poto Tano Diusulkan Naik
Sejumlah penumpang bersiap memasuki kapal motor penyeberangan. - Antara/Syifa Yulinnas
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Tarif penyeberangan Kayangan, Lombok Timur ke Pelabuhan Poto Tano Sumbawa diusulkan naik karena meningkatnya biaya operasional pengusaha kapal setelah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 32 persen pada September 2022.

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Ferry (Gapasdap) Lombok Timur awalnya mengusulkan kenaikan tarif sejumlah sejumlah 22,6 persen, tetapi setelah rapat bersama Dinas Perhubungan NTB, disepakati usulan kenaikan tarif menjadi 10,42 persen dari tarif saat ini. Ketua Gapasdap Lombok Timur, Iskandar, menjelaskan kenaikan biaya operasional mencapai 15 persen setelah naiknya harga BBM.

“Naiknya biaya operasional sudah memberatkan pengusaha, sehingga kami mengusulkan penyesuaian tarif, setelah berembuk dengan Dinas Perhubungan ada kesepakatan untuk usulan kenaikan tarif sejumlah 10,4 persen saja, pertimbangannya agar tidak terlalu memberatkan konsumen,” jelas Iskandar dalam keterangan resminya, Senin (24/10/2022).

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohammad Faozal menjelaskan penyesuaian tarif 10,42 persen mengadopsi 42 persen dari hasil perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan telah mengakomodir usulan, masukan, pendapat, dan keinginan berbagai pihak serta memenuhi asumsi-asumsi yang digunakan.

Menurut Faozal, Pemprov NTB berhati-hati dalam mengambil kebijakan penyesuaian tarif penyebrangan ini karena inflasi NTB tercatat mencapai 6,84 persen pada September 2022, sehingga kenaikan harga yang terlalu tinggi dikhawatirkan berdampak pengendalian inflasi.

“Kenaikan tarif 10,42 persen kami nilai jalan tengah antara konsumen dan pengusaha yang juga membutuhkan penyesuaian harga agar ritme usahanya tetap terjaga,” kata Faozal.

Sebelum diberlakukan secara resmi, usulan kenaikan tarif ini diajukan ke gubernur untuk ditandatangani dan akan disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat lebih siap dengan tarif baru. Faozal menjelaskan pemberlakukan tarif baru ini menunggu momentum yang tepat termasuk menunggu turunnya inflasi NTB. (C211)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

feri penyeberangan lombok ntb gapasdap
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top