Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Diminta Mengendalikan Populasi Kera di Ubud

Pemerintah bisa membantu pengendalian populasi kera karena tidak mungkin mengeliminasi kera seperti halnya mengeliminasi anjing untuk mencegah rabies.
Kera di kawasan Monkey Forest, Ubud, Bali./Antara
Kera di kawasan Monkey Forest, Ubud, Bali./Antara

Bisnis.com, GIANYAR - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika mengharapkan Pemerintah Daerah dapat membantu upaya pengendalian jumlah populasi kera di Monkey Forest atau Mandala Suci Wanara Wana di Ubud, Kabupaten Gianyar, Senin.

"Penting pemerintah daerah membantu pengendalian populasi kera di sini, karena tidak mungkin juga mengeliminasi kera seperti halnya mengeliminasi anjing untuk mencegah rabies," kata Pastika saat melalukan penyerapan aspirasi di Monkey Forest, Gianyar, Senin (25/7/2022).

Pastika didampingi staf ahli Nyoman Wiratmaja, Ketut Ngastawa dan Nyoman Baskara, mengadakan reses bertajuk Monkey Forest Melestarikan Flora dan Fauna di Tengah Pengembangan Eco Tourism.

Menurut dia, tantangan di sektor pariwisata akan makin ketat. Oleh karena itu, penting agar apa yang sudah ada dirawat dengan baik.

"Pariwisata itu sensitif dan rawan terhadap berbagai isu, seperti isu kesehatan, teroris dan bencana, sehingga mengelola yang sudah ada saja juga tidak gampang," ucap mantan Gubernur Bali dua periode itu.

Oleh karena itu, kata Pastika, dengan kontribusi yang telah diberikan Monkey Forest yang selama ini dikelola desa adat terhadap pendapatan daerah, hendaknya juga dibarengi dengan perhatian pemda terhadap upaya perawatan dan menjaga kelestarian daerah yang menjadi paru-parunya Ubud itu.

Bendesa Adat Padang Tegal Ubud Made Parmita mengatakan di saat awal-awal pandemi Covid-19, pihak pengelola sempat mengalami kendala untuk pakan kera karena minimnya jumlah kunjungan wisatawan, namun populasi kera bertambah terus.

"Sebulan perlu biaya yang besar untuk operasional karyawan dan pakan satwa berkisar hingga lebih dari Rp300 juta. Untung ada LPD yang membantu kredit," ujar Parmita bersama Marketing Manager Komang Adhi Widyarthana dan sejumlah karyawan.

Saat ini diakui kunjungan turis mulai menggeliat. Rata-rata kunjungan berkisar 2.500 per hari sejak April 2022. Di saat normal kunjungan rata-rata 4.000-an per harinya. "Kami bersyukur turis mulai datang sehingga perawatan kera bisa kembali berjalan dengan baik," ujarnya.

Tetapi, pihaknya menghadapi kendala dalam upaya pelestarian tanaman hutan yang ada termasuk perawatan kera. Sebagian pohon yang ada sudah tua-tua dan banyak yang roboh dan merusak pohon lainnya dan akan berbahaya juga bagi pengunjung.

Untuk menjaga jumlah populasinya agar tetap stabil sehingga dilakukan sterilisasi dengan menggandeng perguruan tinggi.

Saat ini ada sekitar 1.200 kera di Monkey Forest dan dengan upaya sterilisasi pertambahannya bisa dikendalikan hingga lebih dari 50 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper