Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Okupansi Hotel di Senggigi Mencapai 70 Persen

Wisatawan lokal NTB yang menginap di NTB juga masih tinggi walaupun harga kamar hotel sudah mulai normal setelah turun pada masa pandemi.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  16:30 WIB
Foto udara kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Senin (6/6/2022). TWA Gunung Tunak seluas 1.219,97 hektare yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB dan berada di daerah penyangga Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika tersebut menawarkan berbagai destinasi wisata dalam satu lokasi seperti wisata pantai, lokasi berkemah serta penangkaran kupu-kupu dan rusa. - Antara/Ahmad Subaidi.
Foto udara kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Senin (6/6/2022). TWA Gunung Tunak seluas 1.219,97 hektare yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB dan berada di daerah penyangga Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika tersebut menawarkan berbagai destinasi wisata dalam satu lokasi seperti wisata pantai, lokasi berkemah serta penangkaran kupu-kupu dan rusa. - Antara/Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, MATARAM – Okupansi hotel di Kawasan wisata Senggigi, Nusa Tenggara Barat mulai meningkat 60-70 persen setelah pelonggaran aktivitas masyarakat dan mulai kegiatan pertemuan-pertemuan (MICE) nasional dan internasional di Senggigi.

General Manager Aruna Hotel, Weni Kristanti, menjelaskan okupansi hotel di Senggigi rata-rata meningkat 25 persen dibanding sebelumnya yang hanya 40 persen. “Sekarang okupansi kami bisa 60 persen, jika akhir pekan bisa mencapai 70 persen. Peningkatan okupansi ini didorong oleh tingginya animo masyarakat berlibur ke Lombok setelah pelonggaran aktivitas. Sebelum pelonggaran aktivitas keterisian kamar kami rata-rata 40 persen,” jelas Weni kepada media, Rabu (8/6/2022).

Wisatawan lokal NTB yang menginap di NTB juga masih tinggi walaupun harga kamar hotel sudah mulai normal setelah turun pada masa pandemi. “Tamu lokal NTB juga masih ramai khususnya ketika akhir pekan, walaupun kami sudah memberlakukan penyesuaian harga, untuk tamu yang ber KTP NTB kami masih berikan harga khusus,” jelas Weni.

Okupansi hotel di Senggigi juga terkerek dengan meningkatnya kegiatan mice tingkat nasional maupun internasional, khususnya kegiatan G20. “Kami bersama hotel lainnya di Senggigi juga mendapat berkah dari pertemuan G20, ada 4 hotel di Senggigi yang digunakan untuk pertemuan G20. Pertemuan lainnya di hotel juga mulai meningkat dibanding sebelum kebijakan pelonggaran aktivitas,” kata Weni.

Weni juga menjelaskan, dalam kegiatan mice besar seperti G20, hotel melibatkan UMKM agar mendapat dampak dari terpilihnya NTB sebagai salah satu tuan rumah G20. “Kami menyediakan cinderamata khas NTB yang kami beli dari UMKM lokal untuk delegasi G20, ini upaya kami memperkenalkan produk lokal kepada para delegasi,” ujar Weni. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top